Masih Banyak yang Belum Dikerjakan, SOR Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya Butuh Rp274 Miliar Lagi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Proyek pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja di Kabupaten Tasikmalaya masih membutuhkan tambahan dana besar untuk bisa tuntas. Berdasarkan perhitungan terkini, biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini mencapai Rp 274.080.426.000.

Plt Kepala Bidang Bangunan dan Jasa Konstruksi DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Yafit Khaerul Adnan, mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan penting telah dilakukan sejak proyek ini dimulai pada tahun 2012.

Pekerjaan yang sudah dilaksanakan meliputi manajemen konstruksi tahap awal, pemancangan untuk seluruh tribun yang terdiri dari tribun timur, barat, utara, dan selatan. Dari keempat tribun tersebut, rencananya tribun tertutup akan ditempatkan di tribun timur dan barat.

GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!

Selain itu, pembentukan badan lapangan sepak bola, pengerjaan lapangan bola, dan pembangunan sistem resapan air untuk lapangan juga telah selesai dilaksanakan.

Pembangunan jogging track pun telah rampung. Pekerjaan drainase lapangan, struktur tribun timur, dudukan kursi penonton tribun timur, serta pemagaran di sekeliling area olahraga juga telah selesai.

Meski begitu, Yafit menyatakan masih terdapat banyak pekerjaan yang belum dilaksanakan dan kini kembali diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan struktur seluruh tribun, kecuali tribun timur yang sudah selesai sebagian.

Tambahan pekerjaan lainnya yang masih diperlukan meliputi pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta perbaikan atau penyempurnaan lapangan sepak bola dan trek atletik.

“Termasuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang. Dengan total perkiraan kebutuhan biaya sebesar Rp 274,080.426.000 (Biaya termasuk PPN) untuk penyelesaian pembangunan SOR,” jelasnya.

Di sisi lain, kelanjutan pembangunan SOR Mangunreja dinilai harus didasarkan pada perencanaan yang jelas dan berkelanjutan.

Aktivis Dangiang Sunda Pakidulan, Yayan Kusmayadi, menekankan pentingnya memastikan proyek tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya.

Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di TasikmalayaAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Lakukan Pengawasan Pemerintahan dengan Temu Warga: Pajak Kembali untuk Rakyat

Menurut Yayan, sebelum melanjutkan pembahasan terkait SOR Mangunreja, pemerintah daerah harus memastikan bahwa proyek ini tercatat dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Ada tidak rencana pembangunanya? Kalau tidak ada, hal itu menunjukkan Pemkab Tasik tidak serius memikirkan tentang sarana olahraga dan keolahragaan apabila tidak termaktub pada RPJP dan RPJMD,” tegas Yayan.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, proyek SOR Mangunreja telah mengalami penundaan sejak tahun 2014 karena perubahan skema pembiayaan dari dana hibah menjadi dana APBN. Proyek ini sempat kembali bergulir pada tahun 2018 namun kembali terhenti karena anggaran tidak tersedia. Hingga kini, kondisi SOR masih terbengkalai dengan struktur tribun timur yang belum sepenuhnya rampung.

Sebuah studi kasus dari Universitas Padjadjaran (2024) menyebutkan bahwa proyek infrastruktur publik seperti SOR Mangunreja kerap mengalami keterlambatan akibat kurangnya integrasi antara perencanaan jangka panjang dan alokasi anggaran tahunan. Studi ini menyarankan agar pemerintah daerah membangun mekanisme sinkronisasi antara RPJMD dan APBD secara berkala.

Infografis dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan bahwa sektor olahraga hanya mendapatkan porsi 2,3% dari total anggaran pembangunan daerah pada tahun 2025, jauh di bawah rekomendasi Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menyebutkan idealnya sektor ini mendapatkan 5-7% dari total anggaran.

Proyek SOR Mangunreja sejatinya bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi muda Kabupaten Tasikmalaya. Dengan perencanaan yang matang dan komitmen politik yang kuat, proyek ini bisa menjadi pusat kebugaran dan prestasi olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah. Mari bersama-sama mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan olahraga sebagai prioritas pembangunan yang nyata, bukan sekadar wacana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan