Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 diperkirakan berdampak besar terhadap pertanian padi di wilayah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sekitar 11,43% lahan padi di tiga provinsi ini berpotensi mengalami gagal panen akibat terendam banjir. Angka ini menunjukkan tingkat kerentanan yang signifikan terhadap produksi beras nasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh rendahnya proporsi lahan yang sedang ditanami padi atau standing crop, yaitu hanya 34,63% pada November 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan adanya gangguan dalam siklus tanam dan potensi ancaman terhadap ketahanan pangan lokal.
Dampak dari minimnya standing crop dan ancaman gagal panen tidak hanya terbatas pada produksi, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga beras di masa mendatang. BPS memperkirakan luas panen pada November 2025 akan menurun, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pasokan beras dalam tiga bulan ke depan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas harga pangan di pasar.
Data terbaru dari BPS menunjukkan bahwa banjir tidak hanya merusak infrastruktur pertanian, tetapi juga mengganggu pola tanam petani. Studi kasus di wilayah Demak, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa banjir serupa pada tahun-tahun sebelumnya menyebabkan penurunan produksi hingga 30%. Sementara itu, infografis dari Kementerian Pertanian menggambarkan tren peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi yang berdampak pada lahan pertanian di Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan mitigasi yang lebih kuat, termasuk perbaikan sistem drainase, penerapan teknologi pertanian tahan banjir, serta dukungan kebijakan yang responsif terhadap kondisi iklim ekstrem. Peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi bencana juga menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Mari kita dukung langkah-langkah nyata dalam membangun sistem pertanian yang tangguh terhadap bencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, ketahanan pangan Indonesia dapat terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.