Dompet Dhuafa Dirikan 1.000 Hunian Sementara bagi Penyintas Bencana di Sumatera

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat telah menghancurkan 171.379 rumah. Merespons krisis tersebut, Dompet Dhuafa memasang target ambisius: membangun 1.000 unit Rumah Sementara (Rumtara) untuk para penyintas di ketiga provinsi tersebut. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan target 200 unit selesai pada Januari ini.

Unit pertama Rumtara telah diresmikan di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan berikutnya akan segera menyusul di Pidie Jaya, serta lokasi lain di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Rumtara berukuran 4,8 x 4,8 meter akan didirikan di atas lahan bekas rumah para penerima manfaat, terutama bagi mereka yang telah lebih dari sebulan mengungsi.

Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, menyatakan bahwa program 1.000 Rumtara merupakan komitmen jangka panjang satu tahun. “Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, mitra, dan donatur untuk mendukung tercapainya target ini. Hari ini kita resmikan program 1.000 Rumtara Untuk Sumatera,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Rumtara tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol harapan dan masa depan bagi para penyintas, terutama lansia, janda, yatim, serta ustaz/guru honorer.

Selain hunian, Dompet Dhuafa menyiapkan fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, taman bermain, dan mushola. Dalam bidang kesehatan, rencana reaktivasi klinik, pos gizi, layanan difabel, serta layanan medis juga menjadi fokus. Di bidang pendidikan, program Sekolah Ceria, bantuan perlengkapan belajar, sekolah darurat, dan renovasi sekolah turut digulirkan.

Pemulihan ekonomi juga menjadi prioritas melalui perbaikan sektor usaha, program cash for work, dan dukungan modal usaha. Kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi melalui distribusi air bersih, pembangunan mushola darurat, renovasi masjid, serta layanan servis motor gratis.

Sejak bencana November 2025, Dompet Dhuafa telah aktif melakukan respon darurat. Program bantuan dikirim melalui darat, laut, dan udara, termasuk tiga ton bantuan yang dikirim ke wilayah terpencil di Takengon, Aceh Tengah. Bantuan 60 ton dikirim via laut menuju Belawan, Medan, serta 75 ton melalui jalur darat dari Riau. Kolaborasi mitra seperti Ria Ricis, MAKUKU, Paragon, Purela, Parfi 56, MBloc, YouthRanger, dan puluhan komunitas lainnya turut mendukung.

Hingga 30 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menjangkau 117.386 penerima manfaat. Evakuasi korban mencapai 226 jiwa, makanan siap saji untuk 11.765 jiwa, dapur umum untuk 54.608 jiwa, pos hangat untuk 13.570 jiwa, 1.236 aksi bersih, serta 550 layanan dapur keliling. Layanan pos wifi tersedia untuk 2.184 jiwa, paket sembako untuk 5.814 jiwa, air bersih untuk 4.790 jiwa, non-logistik untuk 1.928 jiwa, dan 49 taman ceria.

Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa menyediakan 24 layanan refleksi, 501 layanan kesehatan produksi, psychological first aid untuk 1.079 jiwa, kesehatan keliling untuk 4.378 jiwa, kebutuhan bayi, ibu, dan lansia untuk 1.899 jiwa, corner gizi untuk 2.162 jiwa, serta layanan ambulans. Layanan tambahan mencakup gerai cuci untuk 901 jiwa, pangan untuk 7.208 jiwa, hygiene kit untuk 2.020 jiwa, school kit untuk 171 jiwa, kitchen kit untuk 66 jiwa, family kit untuk 30 jiwa, dan muslim kit untuk 225 jiwa.

Data Riset Terbaru: Berdasarkan laporan BNPB Januari 2026, kerusakan infrastruktur mencapai 171.379 rumah dengan 90% di antaranya rusak berat. Studi pemulihan pasca-bencana dari Universitas Indonesia (2025) menunjukkan bahwa ketersediaan hunian sementara meningkatkan kesejahteraan psikologis penyintas hingga 60%. Infografis menunjukkan distribusi bantuan Dompet Dhuafa mencakup 45% kebutuhan logistik, 30% layanan kesehatan, 15% pemulihan ekonomi, dan 10% pendidikan.

Studi kasus di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa Rumtara mampu mengurangi masa tinggal di pengungsian dari rata-rata 45 hari menjadi 20 hari. Infografis pemulihan menunjukkan peningkatan produktivitas ekonomi 40% di wilayah yang menerima cash for work. Keterlibatan komunitas lokal dalam pembangunan Rumtara meningkatkan rasa memiliki dan kecepatan pemulihan hingga 50%.

Dengan komitmen kuat dan kolaborasi luas, Dompet Dhuafa terus bergerak mewujudkan harapan bagi para penyintas bencana. Dukungan Anda menjadi kekuatan nyata dalam membangun kembali kehidupan yang lebih tangguh. Mari bersama wujudkan 1.000 Rumtara sebagai simbol kebangkitan Sumatera.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan