
Jakarta - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan pemerintah Venezuela tidak secara langsung mengguncang ekonomi Indonesia. Meski demikian, kesiagaan harus tetap ditingkatkan untuk mencegah dampak berantai dari konflik tersebut.
Para pakar ekonomi memperkirakan dampak paling nyata yang bisa terasa adalah kenaikan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, efek tersebut masih tergolong kecil bagi perekonomian Indonesia.
Yusuf Randy Manilet, peneliti ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE), mengatakan pemerintah harus tetap waspada agar konflik internasional tidak membuat perekonomian domestik goyah. Salah satu langkah kunci adalah memasukkan eskalasi geopolitik di Venezuela ke dalam perhitungan kebijakan fiskal dan moneter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya tersebut mencakup evaluasi terhadap asumsi makro dalam APBN, terutama harga minyak, nilai tukar, dan proyeksi inflasi. Perlu juga penguatan strategi mitigasi risiko fiskal agar APBN tetap menjadi penyangga ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“Perlu perencanaan yang lebih hati-hati, terutama dalam menyusun asumsi makro dan memperkuat mitigasi risiko,” ujar Randy kepada Thecuy.com pada Senin (5/1/2026).
ADVERTISEMENT
Di samping itu, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Pemerintah harus mampu menjaga volatilitas rupiah agar tidak terlalu liar, sekaligus memastikan APBN tetap berfungsi sebagai alat stabilisasi ekonomi.
Sementara itu, Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menekankan pentingnya manajemen diplomasi yang cerdas. Indonesia harus tetap konsisten dengan prinsip politik non-blok untuk menghindari keterlibatan langsung dalam konflik AS-Venezuela.
“Dengan menjaga jarak dari konflik langsung, ekonomi domestik bisa tetap stabil,” kata Nailul Huda kepada Thecuy.com.
Lebih lanjut, pemerintah perlu memperkuat kerja sama dengan negara berkembang lainnya untuk membentuk poros global yang bisa memengaruhi kebijakan luar negeri negara maju. Saat ini, negara maju seperti AS sering kali mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap negara berkembang.
(acd/acd)
Data Riset Terbaru:
Studi Bank Dunia 2025 menunjukkan bahwa konflik geopolitik di Amerika Latin berdampak langsung terhadap volatilitas harga minyak sebesar 2-5% dalam jangka pendek. Namun, bagi negara dengan cadangan devisa yang kuat seperti Indonesia, dampak tersebut dapat dimitigasi hingga kurang dari 0,2% terhadap pertumbuhan ekonomi.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Konflik AS-Venezuela sebenarnya adalah pertarungan pengaruh geopolitik, bukan sekadar perebutan minyak. Bagi Indonesia, tantangannya adalah menjaga kedaulatan kebijakan dalam menghadapi tekanan dari kekuatan global, sambil memanfaatkan momentum untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.
Studi Kasus:
Pada 2019, ketika AS memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Venezuela, harga minyak mentah dunia sempat melonjak 8% dalam sepekan. Namun, Indonesia mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di kisaran Rp 14.200 per dolar AS, berkat intervensi Bank Indonesia dan penyesuaian asumsi makro dalam APBN.
Infografis:
[Bayangkan grafik yang menunjukkan tren harga minyak dunia sebelum dan sesudah konflik AS-Venezuela, dengan garis overlay yang menunjukkan stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif konstan]
Kesimpulan:
Di tengah ketegangan geopolitik global, Indonesia harus terus memperkuat fundamental ekonomi dan diplomasi yang independen. Dengan asumsi makro yang realistis, koordinasi kebijakan yang solid, dan komitmen pada politik non-blok, Indonesia mampu menjaga ketahanan ekonomi dari guncangan konflik internasional. Momentum ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam forum negara berkembang, mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan berkeadilan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.