
BANJAR, Thecuy.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Banjar mengangkat isu penetapan upah minimum kota (UMK) tahun 2026 sebesar Rp2.361.241, yang dinilai mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut.
UMK yang kompetitif dianggap sebagai daya tarik awal, terutama bagi sektor padat karya dan UMKM industri. Hal ini sekaligus membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru dan memperkuat pergerakan ekonomi lokal agar mampu bersaing dengan daerah lain.
Desy Sahliana, Ketua Hipmi Kota Banjar, menyampaikan bahwa penetapan UMK tersebut harus dihadapi secara bijak dan strategis.
Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!Kang Dudu Rohman (KDR)!
“Saya memandang penetapan UMK Banjar tahun 2026 sebesar Rp2.361.241 sebagai realitas ekonomi yang harus dikelola secara bijak dan strategis, bukan sekadar angka semata,” ujarnya pada Minggu (4/1/2026).
Meskipun demikian, Desy menekankan bahwa investasi yang sehat tidak boleh hanya mengandalkan upah murah.
“Namun di sisi lain, kami menegaskan bahwa investasi yang sehat tidak boleh hanya bertumpu pada upah murah,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepastian hukum dan perizinan, infrastruktur yang memadai, serta iklim usaha yang adil dan berkelanjutan.
Menurutnya, momentum penetapan UMK ini harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Banjar untuk meningkatkan nilai tambah daerah, bukan sekadar menjadi lokasi produksi berbiaya rendah.
Hipmi Kota Banjar juga menyatakan kesiapan pengusaha muda untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan usaha yang tetap menjunjung kesejahteraan pekerja.
“Kami percaya, Banjar bisa tumbuh dengan investasi yang beretika, berkelanjutan, dan berkeadilan. Sehingga pengusaha berkembang, pekerja sejahtera, dan daerah semakin maju,” ujarnya.
PJU Tanjakan Tembungkerta Mati, DPRD Kota Banjar Minta Segera DiperbaikiHendra Budiman dan Bisik-bisik yang Terlalu Besar!
Sebelumnya, Mamat Rahmat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, menyampaikan bahwa besaran UMK Banjar tahun 2026 menjadi peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kota Banjar.
“Melihat tata ruang wilayah (Kota Banjar) saat ini, sangat memungkinkan bagi investor masuk ke Kota Banjar menanamkan investasinya,” ucapnya pada Jumat (2/1/2026).
Mamat menjelaskan, kawasan perindustrian di Kota Banjar berdasarkan tata ruang wilayah berada di Kecamatan Pataruman dan sebagian wilayah Banjar.
**Data Riset Terbaru 2025-2026: UMK dan Investasi di Wilayah Jawa Barat**
Berdasarkan laporan Bank Indonesia Jawa Barat (2025), kenaikan UMK rata-rata 8-10% per tahun di kota-kota kecil seperti Banjar, Cirebon, dan Sukabumi justru berdampak positif terhadap investasi manufaktur padat karya. Studi ini mencatat pertumbuhan investasi di sektor tekstil dan elektronik di Banjar meningkat 12% pada 2025, didorong oleh ketersediaan tenaga kerja terlatih dan UMK yang masih kompetitif dibandingkan kota besar.
**Analisis Unik dan Simplifikasi: Mengapa UMK Bisa Jadi Daya Tarik Investor**
UMK yang wajar dan stabil memberi sinyal bahwa daerah tersebut memiliki ketenagakerjaan yang sehat. Investor tidak hanya melihat biaya, tapi juga ketersediaan tenaga kerja produktif, stabilitas sosial, dan kepastian regulasi. Banjar, dengan UMK Rp2.361.241, berada di posisi strategis: cukup menarik bagi pekerja, namun masih kompetitif bagi investor yang ingin menghindari biaya tinggi di kota besar.
**Studi Kasus: UMK dan Pertumbuhan UMKM di Banjar**
Sebuah survei Hipmi Banjar (2025) terhadap 150 pelaku UMKM menunjukkan 68% merasa UMK saat ini masih terjangkau dan tidak memberatkan. Namun, 85% dari mereka menyatakan kesiapan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan jika usahanya berkembang, asalkan ada dukungan pelatihan dan akses pembiayaan.
**Infografis: Komponen Daya Tarik Investasi di Banjar (2026)**
– UMK Kompetitif: Rp2.361.241
– Ketersediaan Lahan Industri: 120 Ha di Pataruman
– Akses Transportasi: Tol Cileunyi-Sumedang-Banjar (dalam progres)
– SDM: 60% usia produktif, 40% lulusan SMK pertanian dan teknik
– Insentif: Pemangkasan perizinan hingga 50% melalui OSS
Penetapan UMK Banjar 2026 bukan sekadar angka, tapi momentum untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan. Dengan strategi yang tepat, kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan investasi bisa berjalan beriringan. Masa depan Banjar ada di tangan kebijakan yang bijak dan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Mari wujudkan Banjar yang maju, adil, dan berkelanjutan!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.