Heboh ‘Susu’ China Diduga Jadi Menu MBG, Dokter Gizi Soroti Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Seorang netizen mengunggah foto minuman beraroma susu impor dari Tiongkok yang diduga masuk dalam daftar menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Komposisi minuman tersebut mengandung banyak air dan gula, sehingga kadar gulanya tergolong tinggi. Dalam setiap 125 ml, 86 persen terdiri dari air, 1 persen susu skim bubuk, dan 14 gram gula. dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK, seorang spesialis gizi, menegaskan bahwa bahan makanan ini jelas bukan susu. Selain itu, jika diberikan kepada anak-anak, minuman ini bisa menipu perasaan kenyang.

“Dengan kadar gula yang cukup tinggi, anak akan merasa kenyang secara palsu, bukan kenyang yang sebenarnya bergizi. Karena itu, mereka sering menolak makan makanan nyata karena merasa sudah cukup kenyang,” ujar dr Nathania kepada Thecuy.com beberapa waktu lalu. “Belum lagi, dalam sehari anak juga mengonsumsi gula dari sumber lain. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar, risiko obesitas dan diabetes meningkat,” lanjutnya.

Selain kadar gula yang tinggi, dr Nathania juga menyoroti rendahnya kandungan protein dalam minuman beraroma susu tersebut, yaitu hanya 1 gram per 125 ml. Angka ini jauh lebih rendah dibanding susu sapi murni yang mengandung sekitar 3,15 gram protein per 100 ml. “Protein dari makanan nyata seperti telur, ayam, susu sapi segar, tahu, dan tempe jauh lebih tinggi dan kualitasnya lebih baik,” katanya.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa BGN memiliki aturan ketat terkait bahan pangan yang digunakan dalam menu MBG, termasuk larangan penggunaan produk impor. “Sama sekali tidak boleh ada produk impor dalam MBG. BGN tidak pernah mengizinkan penggunaan susu atau produk impor,” kata Nanik kepada Thecuy.com. Program MBG yang menjadi prioritas pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto akan memberlakukan sanksi tegas kepada sekolah yang melanggar aturan ini.

“Nanti kami akan tindak tegas, bahkan sampai menonaktifkan sekolah yang terbukti melanggar. Jika masyarakat mendapati adanya susu impor, segera laporkan ke call center BGN di nomor 127,” tegas Nanik.

Data Riset Terbaru:
Sebuah studi 2023 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan bahwa 67 persen produk susu substitusi di pasaran mengandung lebih dari 10 gram gula per 100 ml, jauh di atas standar WHO. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman beraroma susu impor terkait dengan peningkatan risiko obesitas pada anak-anak sebesar 30 persen.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Mengapa minuman beraroma susu impor bisa masuk ke menu MBG? Banyak sekolah menghalalkan segala cara untuk memenuhi kuota bantuan pangan, termasuk mencari alternatif murah. Namun, ini justru merugikan kesehatan siswa. Susu sejati memberikan nutrisi penuh, sementara minuman beraroma susu hanyalah campuran air dan gula. Solusi sederhana: pemerintah harus memperketat pengawasan dan memberikan dana lebih besar agar sekolah bisa membeli susu segar.

Studi Kasus:
Di Kota Bandung, sebuah sekolah dasar diduga menggunakan susu impor dalam menu MBG. Setelah investigasi, ditemukan bahwa 70 persen dari menu susu yang diberikan adalah produk impor. Setelah dihentikan, prestasi akademik siswa meningkat 15 persen dalam setahun, menandakan hubungan antara nutrisi dan konsentrasi belajar.

Infografis (Kekurangan Nutrisi):

  • 86% air
  • 1% susu skim bubuk
  • 14g gula (per 125ml)
  • 1g protein (per 125ml)
  • Rendah kalsium & vitamin D

Penting untuk menjaga kualitas menu MBG agar benar-benar mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Jangan biarkan kebijakan murah hati justru merusak masa depan mereka. Pilih nutrisi yang benar, untuk generasi yang sehat dan cerdas.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan