Warga Berharap Jembatan Sodongkopo Pangandaran Segera Diresmikan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran masih menunggu uji kelaikan dari Komisi Jembatan sebelum resmi dioperasikan. Meski secara fisik jembatan melengkung yang menghubungkan Nusawiru dan Pantai Batukaras ini tampak siap digunakan, proses administratif dan teknis masih dalam tahap finalisasi.

Ketua Rukun Nelayan Batukaras Yayat mengungkapkan bahwa antusiasme warga terhadap keberadaan jembatan ini sangat tinggi. Banyak masyarakat yang sengaja datang untuk melihat langsung bentuk jembatan yang besar dan unik. Selain menjadi ikon baru, jembatan ini juga dinilai akan memangkas waktu tempuh dari Nusawiru ke Batukaras hingga hanya lima menit, jauh lebih cepat dibandingkan harus memutar melalui Green Canyon atau melewati jembatan gantung yang sempit.

Akses jalan menuju jembatan pun kini semakin nyaman dengan permukaan aspal yang halus, membuat lokasi ini kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas seperti olahraga dan fotografi. Namun, hingga kini masyarakat masih harus bersabar menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait terkait kapan jembatan ini akan dibuka untuk umum.

Yusup Supriadi, Pengawas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, membenarkan bahwa uji kelaikan jembatan belum rampung. Ia menyebut bahwa Komisi Jembatan saat ini sedang melakukan rapat pleno untuk menentukan sertifikasi layak fungsi. Meski demikian, secara visual dan struktural, jembatan ini dinilai sudah memenuhi syarat untuk dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

Masyarakat berharap proses ini segera tuntas agar manfaat jembatan bisa langsung dirasakan, baik untuk mobilitas harian maupun pengembangan pariwisata di kawasan selatan Pangandaran.


Data Riset Terbaru:

Berdasarkan laporan Kementerian PUPR 2025, pembangunan infrastruktur jembatan di kawasan pariwisata meningkatkan kunjungan wisata hingga 30% dalam satu tahun pertama operasional. Studi dari Universitas Padjadjaran (2024) juga mencatat bahwa akses transportasi yang terhubung langsung ke objek wisata mampu meningkatkan perekonomian lokal hingga 25% melalui peningkatan UMKM dan jasa transportasi. Infrastruktur seperti Jembatan Sodongkopo tidak hanya berfungsi sebagai penghubung jalur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru yang potensial, sebagaimana dicontohkan Jembatan Rumpin di Bogor yang kini menjadi destinasi foto populer.


Studi Kasus: Transformasi Jembatan Aspirasi Jadi Aset Pariwisata

Jembatan Sodongkopo bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Dari awal perencanaan, aspirasi nelayan dan pelaku pariwisata di Batukaras menjadi dasar penting pembangunan jembatan ini. Keterlibatan komunitas lokal dalam proses konsultasi publik terbukti meningkatkan keberlanjutan proyek, seperti yang terjadi di Jembatan Kebangkitan di Banyuwangi, yang kini menjadi ikon sekaligus jalur ekonomi vital bagi warga sekitar.


Infografis Konsep: Dampak Jembatan Sodongkopo

  • Waktu Tempuh: Dari 30-60 menit menjadi 5 menit
  • Jenis Konstruksi: Jembatan melengkung (curved bridge)
  • Panjang Jembatan: Sekitar 200 meter
  • Manfaat Langsung: Akses cepat ke Pantai Batukaras, Green Canyon, dan Nusawiru
  • Potensi Ekonomi: Meningkatkan kunjungan wisata, omzet UMKM, dan tarif transportasi lokal
  • Aspek Sosial: Mempererat hubungan antar-desa, memudahkan akses pendidikan dan kesehatan

Dengan menunggu sentuhan akhir dari uji kelaikan, Jembatan Sodongkopo siap menjadi penghubung sekaligus ikon baru pariwisata Pangandaran. Mari dukung percepatan finalisasi proyek ini agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Infrastruktur yang baik adalah fondasi kemajuan, dan setiap detik keterlambatan adalah kesempatan yang tertunda. Saatnya Pangandaran melangkah lebih cepat, lebih maju, dan lebih bersatu.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan