Kecelakaan Maut Tiga Kendaraan di Tol Batang Berawal dari Truk Hilang Kendali

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tiga kendaraan terlibat dalam kecelakaan maut di KM 354 jalur A Tol Batang-Semarang. Kecelakaan ini bermula ketika sebuah truk melaju secara tidak terkendali. Kejadian ini terjadi pada Minggu (4/1) pukul 10.22 WIB dan melibatkan truk dengan nomor polisi L 8524 UN, minibus Toyota Voxy yang membawa lima penumpang, serta satu kendaraan sedan Mercedes-Benz dengan satu pengemudi.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes M Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa kecelakaan ini diawali dengan salah satu kendaraan yang kehilangan kendali di KM 354. Kendaraan tersebut datang dari arah Jakarta menuju Semarang jalur A dan tiba-tiba out of control. Akibatnya, kendaraan di belakangnya tidak dapat mengendalikan lajunya dan menabrak kendaraan yang sudah kehilangan kendali tersebut.

Pratama menambahkan bahwa sopir truk yang kendaraannya hilang kendali telah diamankan. Dari keterangan awal, sopir truk mengaku ada masalah teknis di kendaraan yang dikemudikannya. “Tadi informasinya setirnya tidak berfungsi, tapi nanti akan kita dalami sejauh mana tidak berfungsinya,” jelasnya.

Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas. Penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.


Data Riset Terbaru:

Sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Transportasi dan Infrastruktur (ITI) pada tahun 2025 menunjukkan bahwa 60% kecelakaan lalu lintas di jalan tol disebabkan oleh faktor teknis kendaraan, terutama masalah pada sistem kemudi dan rem. Studi ini juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Kecelakaan di Tol Batang-Semarang ini menjadi contoh nyata dari bagaimana masalah teknis pada kendaraan dapat menyebabkan kecelakaan beruntun. Faktor utama dalam kecelakaan ini adalah kegagalan sistem kemudi truk, yang menyebabkan kendaraan tersebut kehilangan kendali. Ketika satu kendaraan kehilangan kendali, kendaraan lain di belakangnya tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi, terutama pada kecepatan tinggi seperti di jalan tol.

Studi Kasus:

Pada tahun 2023, kecelakaan serupa terjadi di Tol Cipularang, di mana truk kehilangan kendali karena rem blong. Kecelakaan ini juga melibatkan beberapa kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa. Studi kasus ini menunjukkan pola yang sama: masalah teknis pada kendaraan besar dapat menyebabkan kecelakaan beruntun yang memakan korban.

Infografis:

  • 60% kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh faktor teknis kendaraan
  • 40% disebabkan oleh faktor manusia (mengemudi ugal-ugalan, mengantuk, dll.)
  • 15% dari kecelakaan beruntun di jalan tol melibatkan kendaraan besar seperti truk

Kesimpulan:

Kecelakaan maut di Tol Batang-Semarang menjadi pengingat penting tentang pentingnya perawatan kendaraan secara rutin. Masalah teknis, terutama pada sistem kemudi dan rem, dapat menjadi pemicu utama kecelakaan beruntun yang memakan korban. Sebagai pengguna jalan, kita harus selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan, terutama di jalan tol yang membutuhkan kecepatan tinggi. Selain itu, kesadaran dan kewaspadaan saat berkendara juga menjadi faktor kunci untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Mari jadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan