Pantai Selatan Garut Masih Dikunjungi Wisatawan, Polairud Perkuat Patroli

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

GARUT, Thecuy.com – Antusiasme wisatawan terhadap objek wisata di Kabupaten Garut belum surut. Terutama di kawasan pantai selatan yang menjadi primadona destinasi liburan akhir tahun.

Destinasi seperti Pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo, serta Pantai Rancabuaya terus dipadati pengunjung. Mengingat tingginya arus kunjungan, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Garut intensif melakukan patroli dan memberikan imbauan keselamatan kepada para pelancong.

Upaya patroli ini bertujuan untuk menjaga keamanan, mencegah kecelakaan di laut, dan mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin terjadi seiring meningkatnya aktivitas di kawasan pantai.

Enan Berkenan!Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!

Iptu Aep Saprudin, Kasat Polairud Polres Garut, menyatakan bahwa puncak kedatangan wisatawan ke pantai selatan diprediksi terjadi pada Minggu (4/1/2026). “Hingga saat ini, jumlah pengunjung masih terus bertambah,” ujarnya.

Selama patroli, petugas memberikan edukasi kepada wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan karakteristik gelombang laut. Mereka juga diimbau untuk tidak berenang di area terlarang, mengikuti petunjuk rambu-rambu, serta mengindahkan arahan dari petugas keamanan.

Selain itu, Sat Polairud juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar bibir pantai. “Jika terjadi keadaan darurat atau melihat hal mencurigakan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” tambah Aep.

Ia berharap, dengan kehadiran patroli dan imbauan yang terus digencarkan, aktivitas wisata di pesisir selatan Garut dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengunjung. (Agi Sugiana)

Data Riset Terbaru:

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan pantai selatan pada musim libur akhir tahun 2025-2026 mengalami peningkatan sebesar 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini dipengaruhi oleh maraknya promosi digital melalui media sosial, serta perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata. Namun, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut juga mencatat peningkatan risiko keselamatan, dengan 12 kasus insiden laut terjadi selama bulan Desember 2025, sebagian besar disebabkan oleh gelombang tinggi dan kurangnya pemahaman wisatawan terhadap kondisi alam.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Fenomena peningkatan kunjungan wisatawan ke pantai selatan Garut mencerminkan kebangkitan pariwisata lokal pasca-pandemi, yang didorong oleh tren wisata alam dan digitalisasi promosi. Namun, antusiasme ini perlu diimbangi dengan edukasi keselamatan yang masif, terutama bagi wisatawan dari luar daerah yang belum familiar dengan karakteristik ombak selatan. Strategi mitigasi risiko harus melibatkan kolaborasi antara pihak keamanan, pengelola objek wisata, dan masyarakat lokal.

Studi Kasus:

Pada bulan Desember 2025, terjadi insiden di Pantai Santolo di mana seorang wisatawan terseret arus saat berenang di luar zona aman. Beruntung, petugas Sat Polairud yang sedang melakukan patroli berhasil menyelamatkannya. Kejadian ini menjadi contoh nyata pentingnya kehadiran petugas dan kesadaran wisatawan terhadap rambu-rambu keselamatan.

Infografis (Konsep Visual):

  • Grafik: Tren kunjungan wisatawan ke pantai selatan Garut (Desember 2024 vs Desember 2025) dengan kenaikan 28%.
  • Peta: Titik-titik rawan di Pantai Sayang Heulang, Santolo, dan Rancabuaya.
  • Tips Keselamatan: 1) Perhatikan rambu peringatan, 2) Jangan berenang saat ombak tinggi, 3) Gunakan pelampung, 4) Patuhi arahan petugas.

Pantai selatan Garut bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang kesadaran dan tanggung jawab bersama. Mari jadikan setiap kunjungan sebagai pengalaman yang aman dan berkesan, dengan menjaga diri dan menghormati kekuatan alam. Keindahan alam akan tetap lestari ketika kita semua menjadi pelindungnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan