Kakorlantas Sebut 96% Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta Pasca Libur Nataru

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Irjen Agus Suryonugroho, selaku Kakorlantas Polri, menyatakan bahwa sekitar 96 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurut Agus, kondisi lalu lintas di puncak arus balik libur Nataru hari ini tidak terlalu padat.

“Berdasarkan hasil traffic e-counting, proyeksi jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui tol mencapai 2.900 unit. Artinya, sekitar 96 persen sudah kembali, hanya tersisa 4 persen. Jadi, arus balik hari ini tidak terlalu signifikan,” ujar Irjen Agus di Simpang Gadog, Minggu (4/1/2026).

Selain itu, Kakorlantas juga melakukan peninjauan lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, pada hari ini. Dalam kunjungan tersebut, hadir Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Mulya Hasudungan Ritonga, Dirut Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, serta Dirut Jasa Raharja Dewi Suzana.

Agus mengungkapkan, jumlah kecelakaan selama libur Nataru 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan juga turun sebesar 27,12 persen.

“Kami juga melaporkan hasil analisis dan evaluasi, bahwa angka kecelakaan menurun cukup signifikan. Jumlah korban meninggal dunia turun 27,12 persen, hampir 150 nyawa bisa kita selamatkan. Jumlah kejadian kecelakaan juga turun 7 persen,” kata Agus.

Ia menambahkan, penurunan tersebut menjadi bukti keberhasilan pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang dijalankan oleh jajaran Korlantas Polri dan seluruh pihak terkait.

“Ini luar biasa, karena Operasi Lilin adalah operasi kemanusiaan yang fokus pada keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” imbuhnya.

Lihat juga Video ‘Operasi Lilin 2025 Sukses, Kakorlantas Ungkap Angka Kecelakaan Turun 7%’:

(sol/ygs)

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan tahun 2025, penurunan kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin mencapai rata-rata 6-8 persen per tahun. Faktor utama yang berkontribusi adalah peningkatan patroli mobile, penggunaan sistem e-tol yang efisien, serta kampanye kesadaran keselamatan berkendara. Studi kasus di kawasan Puncak menunjukkan, kecepatan rata-rata kendaraan turun 15 persen selama Operasi Lilin, mengurangi risiko tabrakan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Operasi Lilin bukan sekadar penjagaan keamanan, tapi juga upaya preventif terhadap risiko kecelakaan. Dengan menggabungkan teknologi dan koordinasi lintas sektoral, angka fatalitas bisa dikurangi secara signifikan. Infografis sederhana menunjukkan: 96% kendaraan balik ke Jakarta, 4% masih dalam perjalanan, kecelakaan turun 7%, korban meninggal turun 27,12%.

Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Setiap langkah kecil, mulai dari mematuhi lampu lalu lintas hingga tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk, bisa berdampak besar. Mari jaga diri dan orang lain, karena setiap perjalanan harus selamat sampai tujuan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan