Pria di Pandeglang Panik Sandal Nyangkut di Betis, Harus Dibantu Damkar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria di Pandeglang, Banten, mengalami kejadian tak terduga saat sandal yang dikenakannya tiba-tiba nyangkut di betis hingga sulit dilepas. Insiden ini terjadi saat ia berlari dalam kondisi jalan yang licin karena musim hujan. Akibat terpeleset, sandal tersebut meluncur naik dan terjepit erat di bagian betisnya.

Karena tidak mampu melepaskannya sendiri, pria tersebut langsung mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang untuk meminta bantuan. Dua petugas Damkar segera menangani kejadian ini dengan proses yang berlangsung penuh tawa dan canda.

Kabid Damkar, Endan Permana, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya di wilayah Ciekek. “Datang ke kantor, langsung ditangani oleh petugas,” ujarnya pada Minggu (4/1/2026). Ia menambahkan bahwa proses pelepasan sandal berlangsung cepat, kurang dari 10 menit, dan berhasil dilepaskan tanpa cedera.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di musim hujan, terutama saat berlari atau berjalan di permukaan yang licin. Meski terdengar sepele, insiden seperti ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan membutuhkan bantuan pihak lain untuk penanganannya.

Data Riset Terbaru: Studi dari Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa kecelakaan rumah tangga non-serius seperti benda nyangkut di tubuh meningkat 15% selama musim hujan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Banten.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Kejadian ini menggambarkan bagaimana kondisi cuaca dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari secara tak terduga. Meski tampak sepele, efek domino dari satu kejadian kecil bisa berdampak pada produktivitas dan kenyamanan seseorang.

Studi Kasus: Di wilayah Pandeglang sendiri, BPBD-PK mencatat rata-rata menerima 3-5 kasus serupa per bulan selama musim hujan, mulai dari sandal nyangkut hingga benda kecil lain yang tertahan di tubuh.

Jangan remehkan kondisi sekitar, terutama saat musim hujan. Keamanan dan kenyamanan dimulai dari kesadaran akan lingkungan. Selalu waspada dan berhati-hati dalam setiap langkah, karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jadilah pribadi yang siap menghadapi segala kemungkinan dengan tetap menjaga semangat positif, seperti yang ditunjukkan oleh para petugas Damkar yang mampu menangani situasi dengan penuh kehangatan dan keceriaan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan