Di tengah suasana duka, keluarga Zaydan Al Fatih (6), bocah yang ditemukan tewas di aliran Sungai Cikalang, Kota Tasikmalaya, menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah setelah dua hari melakukan pencarian intensif. Ali, ayah dari korban, memastikan bahwa jenazah yang ditemukan oleh warga di Kampung Cicurug Ojo, Kecamatan Tawang, benar-benar anaknya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh petugas dan relawan yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian sejak Zaydan pertama kali dilaporkan hilang.
Dalam pertemuan dengan media di RSUD dr Soekardjo pada Minggu (4/1/2026), Ali menyatakan bahwa pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai takdir dari Allah. Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak mempermasalahkan insiden yang menimpa anaknya. Menurut rencana, jenazah Zaydan akan segera dimakamkan di kawasan Perum Tamanjaya, Tamansari.
Pihak berwenang telah memastikan bahwa insiden hanyutnya Zaydan merupakan kecelakaan murni. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berakhirnya proses pencarian ini memberikan kepastian bagi keluarga, meskipun harus diterima dengan hati yang penuh duka.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat secara signifikan.
Bencana alam atau kecelakaan yang melibatkan anak-anak sering kali terjadi tanpa diduga. Faktor cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang tidak aman menjadi penyebab utama meningkatnya risiko bahaya bagi anak-anak. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian hanyut di sungai meningkat 15% selama musim penghujan 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan perlunya edukasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas anak-anak di area rawan bencana.
Studi kasus serupa terjadi di Kabupaten Bogor pada Desember 2025, di mana seorang anak berusia 8 tahun ditemukan hanyut di Sungai Cisadane. Insiden tersebut juga dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan arus sungai yang deras. Dalam kasus tersebut, pihak sekolah dan pemerintah setempat kemudian menggencarkan kampanye keselamatan air di sekolah-sekolah dasar.
Infografis keselamatan anak di sekitar sungai menunjukkan bahwa 60% kecelakaan terjadi saat anak bermain di tepi sungai tanpa pengawasan, 30% terjadi saat anak mencoba menyeberang, dan 10% lainnya terjadi saat anak sedang beraktivitas di area permukiman yang dekat dengan aliran sungai.
Kejadian ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Mari tingkatkan kewaspadaan, edukasi anak-anak tentang bahaya alam, dan jaga lingkungan kita agar menjadi tempat yang lebih aman bagi generasi penerus. Kebersamaan dan kepedulian kita adalah kunci utama dalam melindungi masa depan mereka.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.