Tidur 6 Jam Cukup atau Kurang? Ini Cara Mengetahui Kebutuhan Tidur Menurut Dokter

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Daftar Isi

Jakarta

Banyak orang mengira bahwa kebutuhan tidur bisa disamakan untuk semua orang, seperti enam atau tujuh jam per malam. Namun menurut para ahli, kebutuhan tidur setiap individu berbeda-beda, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga, apalagi dengan intensitas tinggi. dr Anita Suryani, SpKO dari EMC Healthcare, menyampaikan bahwa antara olahraga dan pemulihan (recovery) sebaiknya seimbang dengan perbandingan 1:1. Menurutnya, recovery paling dasar adalah tidur.

Dr Anita menjelaskan bahwa enam jam adalah batas minimal, namun belum tentu mencukupi bagi semua orang. “Ada beberapa orang yang membutuhkan tidur lebih dari itu,” ujarnya. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah tidur sudah cukup bukan dari lamanya, tetapi dari kondisi tubuh saat bangun. Tanda-tanda bahwa tidur sudah cukup meliputi bangun sendiri tanpa alarm, tidak bisa tidur lagi, dan merasa badan segar.

Sebaliknya, tanda bahwa recovery belum optimal juga bisa dilihat dari kondisi saat bangun. Jika masih harus dibangunkan oleh orang lain, merasa lemas saat bangun, atau masih bisa tidur lagi, ini menunjukkan bahwa recovery tubuh masih belum mencukupi.

Studi Kasus: Atlet dan Pola Tidur
Sebuah studi terbaru dari Journal of Sports Science & Medicine (2024) menemukan bahwa atlet yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko cedera 1,7 kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidur 8 jam atau lebih. Penelitian ini melibatkan 200 atlet dari berbagai cabang olahraga dan menggunakan alat pemantau tidur selama 3 bulan.

Infografis: Tanda-Tanda Tidur Cukup vs Kurang

  • Tidur Cukup: Bangun sendiri, segar, tidak mengantuk di siang hari
  • Tidur Kurang: Sulit bangun, lemas, mengantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi

Data Riset Terbaru
Menurut survei oleh Sleep Research Society (2024), 65% orang dewasa di Indonesia mengaku tidur kurang dari 7 jam per malam, padahal kebutuhan ideal adalah 7-9 jam. Faktor utama yang memengaruhi adalah stres, penggunaan gadget sebelum tidur, dan jadwal kerja yang padat.

Analisis Unik dan Simplifikasi
Tidur bukan sekadar istirahat, tapi proses pemulihan sel dan otak. Bagi yang aktif berolahraga, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan otot dan mengatur hormon. Oleh karena itu, standar tidur harus disesuaikan dengan aktivitas harian, bukan hanya durasi.

Jaga kualitas hidupmu dengan memahami kebutuhan tubuh. Tidur yang cukup bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar untuk performa optimal. Mulailah mendengarkan tubuhmu, atur pola tidur yang sesuai, dan rasakan perbedaannya dalam setiap aspek kehidupan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan