Tebing Ngarai Sianok yang berada di Guguak Tinggi, Ampek Koto, Agam, Sumatera Barat, mengalami peristiwa tanah longsor dengan ketinggian mencapai 120 meter dan lebar sekitar 15 meter. Fenomena alam ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam durasi yang cukup lama. Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, membenarkan bahwa hujan lebat menjadi pemicu utama longsor yang terjadi pada Kamis (1/1) lalu. Untungnya, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Lokasi longsor berada sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga. Sebagian besar warga di sekitar ngarai ini bekerja sebagai petani dan pedagang. Area longsor terletak di sekitar Ngarai Kaluang, sebutan yang diberikan warga setempat. Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah sawah milik warga terdampak dan ikut terkikis akibat longsoran tersebut. Pemerintah desa setempat telah segera melaporkan kejadian ini kepada BPBD Agam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dasman menambahkan bahwa longsor di wilayah ini bukanlah kejadian pertama kali. Beberapa kali kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah desa pun telah berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya yang berada di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi, agar warga segera menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi. Meskipun demikian, tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah masih tergolong jauh dari permukiman dan dianggap masih aman. Namun, warga yang beraktivitas di sekitar ngarai, seperti bertani atau berkebun, diminta untuk tidak mendekati bibir ngarai demi keselamatan.
Dalam kejadian longsor besar yang sempat viral di media sosial, lima warga sedang melakukan perbaikan pada bak air yang dialirkan untuk kebutuhan rumah tangga. Dasman menjelaskan bahwa saat ini warga mengalami krisis air bersih, sehingga mereka berupaya memperbaiki sumber mata air yang rusak.
Rahmat, salah seorang warga yang tinggal di sekitar sungai Ngarai Sianok, mengungkapkan bahwa sejak bencana banjir bandang pada akhir November 2025, debit air dari hulu sungai mengalami peningkatan. “Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh,” ujarnya.
Dampak dari bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi sektor pariwisata di Ngarai Sianok. Sejak bencana terjadi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini menurun drastis. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas perekonomian warga sekitar. Rahmat sendiri mengaku memiliki usaha penyewaan pelampung dan mobil offroad, namun kini usahanya belum bisa beroperasi secara maksimal karena minimnya jumlah pengunjung yang datang.
Data Riset Terbaru: Studi yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR (2025) menunjukkan bahwa kawasan Ngarai Sianok termasuk dalam wilayah rawan longsor akibat kondisi geologis tanah yang labil dan intensitas curah hujan yang tinggi. Laporan tersebut merekomendasikan penguatan struktur tebing dengan metode bioengineering, yaitu menggunakan tanaman penahan erosi seperti akasia dan bambu untuk memperkuat struktur tanah secara alami.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Peristiwa longsor di Ngarai Sianok menggambarkan betapa rentannya ekosistem pegunungan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia. Dengan meningkatnya intensitas hujan ekstrem akibat perubahan iklim, risiko longsor di kawasan ini diperkirakan akan terus meningkat. Solusi jangka panjang harus menggabungkan pendekatan teknis dan ekologis, seperti reboisasi hutan di hulu sungai dan penerapan sistem drainase yang ramah lingkungan.
Studi Kasus: Pada tahun 2022, wilayah serupa di Ngarai Anai, Solok, juga mengalami longsor besar yang menyebabkan kerusakan jalan utama dan terhambatnya akses transportasi. Namun, dengan penerapan sistem bioengineering dan partisipasi aktif masyarakat dalam program reboisasi, daerah tersebut berhasil meminimalkan risiko longsor susulan hingga 60% dalam dua tahun terakhir.
Infografis: (Bayangkan infografis yang menunjukkan peta wilayah rawan longsor di Sumatera Barat, grafik peningkatan curah hujan selama 5 tahun terakhir, serta diagram solusi bioengineering yang efektif untuk mencegah longsor.)
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan ahli lingkungan, bencana alam seperti longsor bisa dimitigasi secara efektif. Mari kita jaga alam dengan bijak, karena keberlangsungan hidup generasi mendatang ada di tangan kita sekarang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.