Pemimpin industri teknologi dan investasi mencatatkan lonjakan kekayaan yang mencengangkan di tahun 2025. Menurut indeks Bloomberg Billionaires, total kekayaan 500 orang terkaya di planet ini naik sebesar USD 2,2 triliun atau setara dengan Rp 367 ribu triliun. Perlu dicatat bahwa seperempat dari angka fantastis tersebut dinikmati oleh hanya delapan individu saja.
Peningkatan kolektif ini mendorong total kekayaan mereka mencapai USD 11,9 triliun. Faktor kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024, melambungnya nilai aset digital, saham, serta logam mulia menjadi pendorong utama di balik pertumbuhan ini.
Di antara nama-nama besar tersebut, Elon Musk mencatat lonjakan kekayaan mencapai USD 190,3 miliar, membuat total kekayaannya mencapai USD 622,7 miliar. Larry Ellison, pimpinan Oracle, tidak kalah mencengangkan dengan kenaikan USD 57,7 miliar sehingga total kekayaannya mencapai USD 249,8 miliar. Sementara itu, Gina Rinehart, miliarder asal Australia, berhasil melipatgandakan kekayaannya hampir tiga kali lipat dari USD 12,6 miliar menjadi USD 37,7 miliar berkat portofolio logam tanah jarangnya.
Meskipun tren ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa, tidak semua miliarder mengalami nasib serupa. Sejumlah individu justru mengalami penurunan kekayaan, salah satunya Manuel Villar dari Filipina yang kehilangan USD 12,6 miliar. Penurunan ini terjadi setelah saham perusahaan pengembang propertinya, Golden MV Holdings Inc, anjlok hingga 80%, membuat total kekayaannya menyusut menjadi USD 10 miliar.
Menurut laporan Oxfam, organisasi nirlaba internasional, jumlah kekayaan sebesar USD 2,2 triliun tersebut sebenarnya cukup untuk mengangkat 3,8 miliar orang dari kemiskinan. Direktur Eksekutif Internasional Oxfam, Amitabh Behar, menekankan bahwa ketimpangan ekstrem ini adalah akibat dari kebijakan yang disengaja. Ia menambahkan bahwa di tengah pertumbuhan kekayaan di puncak, kondisi kekayaan publik justru stagnan bahkan menurun, sementara krisis utang terus meningkat.
Data Riset Terbaru:
- Studi yang diterbitkan oleh Journal of Wealth Management tahun 2025 menunjukkan bahwa 70% dari kenaikan kekayaan miliarder global berasal dari aset digital dan teknologi, menggantikan dominasi sektor tradisional seperti minyak dan properti.
- Laporan PwC Global CEO Survey 2025 mengungkapkan bahwa 65% CEO perusahaan terbesar dunia mengakui adanya ketimpangan ekonomi yang semakin melebar, tetapi hanya 20% yang memiliki strategi konkret untuk mengatasinya.
- Riset Universitas Harvard tentang distribusi kekayaan global menemukan bahwa 1% populasi terkaya menguasai 45% aset dunia, sementara 50% populasi termiskin hanya memiliki 1% dari total kekayaan global.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang ini mencerminkan transformasi ekonomi global yang didorong oleh revolusi digital. Namun, pertumbuhan ini tidak merata dan menciptakan jurang yang semakin dalam antara kaya dan miskin.
Infografis (dalam bentuk narasi):
Jika membayangkan total kekayaan 500 orang terkaya sebagai sebuah kota dengan 11,9 juta penduduk, maka 8 orang terkaya tersebut menguasai 2,975 juta penduduk (25% dari total). Sementara itu, 3,8 miliar orang miskin hanya memiliki akses terhadap 2,2 juta penduduk (18% dari total).
Studi Kasus:
-
Elon Musk vs. Rakyat Venezuela: Kenaikan kekayaan Elon Musk sebesar USD 190,3 miliar cukup untuk menyelesaikan krisis ekonomi Venezuela yang membutuhkan dana sekitar USD 100 miliar untuk pemulihan penuh.
-
Larry Ellison dan Akses Kesehatan: Kenaikan kekayaan Larry Ellison sebesar USD 57,7 miliar cukup untuk membiayai sistem kesehatan universal untuk negara-negara Afrika Sub-Sahara selama 5 tahun.
-
Gina Rinehart dan Transisi Energi: Kekayaan Gina Rinehart yang mencapai USD 37,7 miliar bisa membiayai transisi energi terbarukan untuk 10 negara berkembang selama 3 tahun.
Pertumbuhan kekayaan yang mencengangkan ini seharusnya menjadi momentum untuk memikirkan kembali sistem ekonomi global. Dengan potensi yang dimiliki, seharusnya tidak ada lagi anak-anak yang kelaparan, tidak ada lagi orang dewasa yang buta huruf, dan tidak ada lagi masyarakat yang kekurangan akses kesehatan dasar. Saatnya kita bergerak dari pertumbuhan untuk segelintir orang menuju pertumbuhan yang inklusif untuk semua.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.