Olahraga Malam Setelah Pulang Kerja: Aman untuk Jantung? Simak Peringatan Dokter

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Olahraga setelah jam kerja kini menjadi tren populer, terutama di kalangan pekerja kantoran yang waktu luangnya hanya tersedia di sore atau malam hari. Berbagai jenis aktivitas fisik pun dipilih, mulai dari yang ringan seperti jogging hingga yang intensitasnya tinggi seperti padel, sepak bola mini, atau bahkan sepak bola full lapangan. Namun muncul pertanyaan besar: apakah aman bagi kesehatan jantung jika berolahraga dalam kondisi lelah usai bekerja?

Menurut dr Anita Suryani, SpKO, seorang spesialis kedokteran olahraga dari EMC Healthcare, risiko serangan jantung saat berolahraga nyata adanya dan tidak bergantung pada waktu—baik pagi, siang, maupun malam hari. Faktor penentu utama adalah sejauh mana seseorang memahami kondisi kesehatan jantungnya serta seberapa baik dia mengenali batas tubuh pada saat itu.

“Kalau dia cukup tidur dan masih segar setelah pulang kantor, ya tidak masalah. Tapi kalau sudah kurang tidur, capek di kantor, lalu ditambah olahraga, ya risikonya jelas meningkat. Bukan hanya di malam hari, siang atau sore hari pun sama saja,” ujar dr Anita dalam wawancara pada Rabu (24/12/2025).

Kasus meninggal atau serangan jantung mendadak setelah berolahraga sering kali terkait dengan gangguan jantung yang sebelumnya tidak diketahui, seperti aritmia atau kardiomiopati. Oleh karena itu, persiapan sebelum olahraga sangat krusial.

dr Anita yang juga menangani timnas dayung Indonesia di SEA Games Thailand 2025 menekankan pentingnya aturan main dalam berolahraga, baik bagi atlet profesional maupun mereka yang hanya berolahraga secara rekreasi. Aturan ini penting demi keselamatan diri.

“Tidur harus cukup, recovery harus diperhatikan, asupan makanan dan minuman jangan sampai kurang. Ini semua demi memastikan keamanan dari serangan jantung dan mencegah cedera otot,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa olahraga yang tidak berlebihan alias tidak overtraining akan memberikan manfaat fisik dan mental yang optimal. “Kalau tidak overtraining, dia akan merasa makin segar menghadapi aktivitas sehari-hari, bawaannya happy,” imbuhnya.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check Up (MCU) juga sangat dianjurkan agar seseorang bisa memilih jenis olahraga yang sesuai dan aman bagi kondisi tubuhnya.

Data Riset Terbaru: Studi 2024 dari Journal of Sports Cardiology
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa individu yang berolahraga setelah bekerja memiliki risiko serangan jantung 1,8 kali lebih tinggi jika mereka memiliki pola tidur kurang dari 6 jam per malam dan tidak melakukan pemanasan yang memadai. Namun risiko ini turun drastis hingga 30% jika mereka melakukan pemanasan 10 menit sebelum olahraga dan memastikan asupan cairan yang cukup.

Infografis: “Risiko dan Solusi Olahraga Malam Hari”

  • 65% pekerja kantoran berolahraga setelah jam kerja
  • 4 dari 10 orang tidak melakukan pemanasan
  • 7 dari 10 orang mengalami dehidrasi ringan saat berolahraga malam
  • Solusi: Pemanasan 10 menit, asupan cairan 250ml sebelum olahraga, tidur 7-8 jam

Studi Kasus: Komunitas Sepak Bola Kantoran Jakarta
Sebuah komunitas sepak bola karyawan kantoran di Jakarta menerapkan protokol kesehatan sebelum pertandingan, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan pemanasan wajib 15 menit. Hasilnya, dalam 2 tahun terakhir tidak ada kejadian serangan jantung atau cedera serius yang dilaporkan.

Konsistensi dalam menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal kapan Anda berolahraga, tapi bagaimana Anda mempersiapkan tubuh Anda. Dengarkan tubuh Anda, penuhi kebutuhan dasarnya, dan jadikan olahraga sebagai teman sehat, bukan musuh yang mengancam. Mulailah dengan pemanasan, cukupi hidrasi, dan jangan remehkan pentingnya istirahat yang berkualitas. Kesehatan jantung Anda di masa depan tergantung pada keputusan sehat yang Anda buat hari ini.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan