Daftar 2 Mata Pelajaran TKA SD dan SMP 2026: Cek Informasinya!

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) direncanakan berlangsung pada bulan April 2026 mendatang. Proses pendaftaran sendiri dibuka mulai Januari hingga Februari tahun tersebut. Menurut informasi yang diunggah oleh akun Instagram resmi Pusat Asesmen Pendidikan (@pusmendik), terdapat dua mata pelajaran utama yang menjadi fokus ujian dalam TKA jenjang SD dan SMP.

Mata pelajaran tersebut adalah Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua bidang studi ini menjadi dasar penilaian dalam rangka menilai kemampuan akademik peserta didik di kedua jenjang tersebut.

Jika ditinjau dari jadwal pelaksanaan, proses TKA ini dimulai dari tahap pendaftaran yang dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi simulasi untuk SMP pada periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sedangkan untuk SD dilaksanakan pada 2 hingga 8 Maret. Gladi bersih diselenggarakan mulai 9 hingga 17 Maret 2026, memberi kesempatan bagi peserta untuk beradaptasi dengan sistem ujian.

Pelaksanaan utama TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan pada 6 hingga 16 April 2026, sementara untuk SD dilaksanakan pada 20 hingga 30 April 2026. Bagi peserta yang tidak dapat mengikuti ujian utama, disediakan pelaksanaan susulan pada 11 hingga 17 Mei 2026. Proses pengolahan hasil ujian dilakukan pada 18 hingga 23 Mei 2026, dan pengumuman hasil akhirnya diumumkan pada 24 Mei 2026.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah TKA bersifat wajib? Menurut penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Tujuan utama TKA adalah untuk memberikan gambaran nyata terhadap capaian akademik murid, sehingga dapat menjadi acuan bagi satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang perbaikan pembelajaran yang lebih terarah.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa TKA diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN) pada jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Integrasi ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik dan pendekatan penilaian yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Ia juga menjelaskan bahwa TKA memiliki tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning (untuk memotret capaian), assessment for learning (sebagai dasar perbaikan pembelajaran), dan assessment as learning (sebagai bagian dari sistem penilaian yang komprehensif).

Meskipun hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan, data yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebijakan, termasuk sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan prestasi. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional yang mampu membaca kemampuan akademik murid secara adil, kontekstual, dan berkelanjutan.

Toni menekankan bahwa data TKA bukanlah titik akhir, melainkan titik awal untuk perbaikan sistem pendidikan. Hasil dari asesmen ini akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, menyempurnakan kurikulum, serta meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar secara keseluruhan. Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan secara berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah. Untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, mekanisme penyesuaian telah disiapkan secara matang.

Data Riset Terbaru: Studi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan (Balitbangdik) tahun 2025 menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti asesmen serupa memiliki peningkatan pemahaman konsep dasar sebesar 23% dibandingkan kelompok kontrol. Infografis terbaru dari BSKAP memperlihatkan tren partisipasi TKA meningkat 15% setiap tahunnya sejak 2022, dengan wilayah Jawa dan Sumatra mendominasi partisipasi tertinggi. Studi kasus dari SMP Negeri 1 Bandung menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran setelah menerapkan program remedial berdasarkan hasil TKA tahun lalu.

Hasil TKA menjadi cermin bagi dunia pendidikan untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi generasi penerus. Dengan pendekatan yang tepat dan komitmen bersama, capaian akademik murid dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Mari jadikan setiap data sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju dalam dunia pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan