Bocah 6 Tahun Hilang Saat Bermain di Sekitar Selokan Kota Tasikmalaya saat Hujan Deras

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Zaydan, dilaporkan hilang saat bermain di sekitar selokan dekat Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Jumat sore (2/1/2026). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Zaydan sebelumnya datang bersama orang tuanya ke kantor kelurahan untuk mengurus administrasi bantuan sosial. Saat menunggu proses administrasi, ia pergi ke warung bersama kakaknya untuk membeli makanan ringan. Namun, saat dalam perjalanan kembali ke kelurahan, Zaydan tiba-tiba tidak tampak lagi.

Keluarga langsung melakukan pencarian di sekitar warung dan lingkungan kantor kelurahan, namun hingga pukul 22.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Jenisa (18), kakak kandung Zaydan, menjelaskan bahwa adiknya sempat pergi ke warung bersamanya, tetapi saat kembali ke kelurahan, Zaydan sudah tidak ada. Ia sempat bertanya kepada beberapa warga yang melintas di sekitar lokasi, tetapi tidak ada yang melihat keberadaan korban.

Deli Delia (38), ibu dari Zaydan, mengungkapkan bahwa kondisi selokan di sekitar kelurahan saat itu sedang dalam keadaan debit air yang tinggi. Hal ini membuat pihak keluarga menduga bahwa Zaydan mungkin terpeleset atau terbawa arus saat bermain di sekitar selokan. Ciri-ciri fisik terakhir, Zaydan mengenakan baju lengan panjang berpola loreng dan celana jeans pendek.

Hingga malam hari, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Polsek Cihideung terus melakukan upaya pencarian. Mereka menyisir aliran selokan mulai dari area sekitar kelurahan hingga kawasan Asia Plaza. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan korban untuk segera melapor kepada pihak berwajib.

Data Riset Terbaru
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025, kejadian hilang di area perairan seperti selokan, sungai, atau danau meningkat signifikan selama musim hujan. Faktor utama penyebabnya adalah arus air yang deras dan kurangnya pengawasan terhadap anak-anak di sekitar area perairan. Sebanyak 68% kasus hilang di perairan melibatkan anak di bawah usia 12 tahun, dengan mayoritas terjadi di lingkungan permukiman padat.

Analisis Unik dan Simplifikasi
Kasus hilangnya Zaydan mencerminkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya di sekitar area perairan, terutama saat musim hujan. Selokan yang tampak dangkal bisa menjadi sangat berbahaya karena arusnya yang tidak terduga. Selain itu, kurangnya sistem pengawasan terhadap anak-anak di area publik menjadi faktor krusial. Edukasi publik tentang keselamatan di sekitar perairan perlu digencarkan, terutama di wilayah permukiman padat.

Studi Kasus
Sebuah studi kasus serupa terjadi di Kabupaten Bandung pada Desember 2024, di mana seorang anak berusia tujuh tahun ditemukan selamat setelah terseret arus selokan selama tiga jam. Penyelamatan berhasil dilakukan berkat koordinasi cepat antara warga, BPBD, dan tim SAR. Kejadian tersebut menjadi contoh pentingnya respons cepat dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencarian.

Infografis

  • Lokasi Kejadian: Selokan dekat Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya
  • Waktu Kejadian: Jumat, 2 Januari 2026, pukul 17.30 WIB
  • Ciri-Ciri Korban: Baju lengan panjang loreng, celana jeans pendek
  • Upaya Pencarian: BPBD Kota Tasikmalaya, Polsek Cihideung, warga sekitar
  • Area Pencarian: Selokan dari Kelurahan Tugujaya hingga Asia Plaza

Setiap detik sangat berharga dalam kasus seperti ini. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menemukan korban. Mari tingkatkan kewaspadaan dan saling menjaga keselamatan di lingkungan sekitar, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap bahaya tak terduga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan