OJK masih menunggu hasil penyelidikan internal manajemen Indodax terkait insiden hilangnya dana nasabah dalam beberapa waktu terakhir. Proses investigasi ini bertujuan untuk mengungkap akar permasalahan di balik lenyapnya aset tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil dan memfasilitasi pertemuan dengan manajemen Indodax. Ia menegaskan bahwa hasil penyelidikan tersebut akan disampaikan kepada publik begitu sudah diperoleh kejelasan. “Sudah kita panggil. Sudah kita fasilitasi. Kelihatannya sedang ditelusuri oleh manajemen Indodax, sebetulnya terkait dengan apa gitu ya. Nah nanti kita dengerin hasilnya nanti, kita sampaikan kalau sudah ada kejelasan,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Hasan juga mencatat adanya perbedaan versi antara pernyataan manajemen Indodax dan pengakuan nasabah terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, nilai dana yang dilaporkan hilang mencapai sekitar Rp 600 juta. “Karena masih ada dua versi kan, dari sisi nasabah maupun dari sisi pengurus Indodax, tapi sudah kita panggil kemarin,” jelasnya.
Menurut Hasan, Indodax telah memberikan jaminan bahwa tidak ada aset nasabah yang mengalami kerugian dalam insiden ini. Ia juga menilai bahwa manajemen Indodax menunjukkan sikap kooperatif dalam proses penyelesaian kasus. Namun, hingga saat ini, OJK belum menerima data rinci mengenai jumlah total kerugian. “Belum dapet kita (angkanya). Karena masih penelusuran itu. Nanti kita dengerin dari manajemen Indodax ya. Pengawas sudah panggil dan sudah ada pertemuan untuk fasilitasi,” tambahnya.
Sebelumnya, CEO Indodax William Sutanto menjelaskan bahwa insiden ini diduga disebabkan oleh faktor eksternal seperti phishing, malware, atau serangan social engineering yang menargetkan perangkat dan kredensial pribadi pengguna. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk mendampingi seluruh nasabah yang terdampak.
William mengakui bahwa isu keamanan akun merupakan hal yang sangat sensitif dan menjadi perhatian utama bagi pengguna platform investasi aset kripto. Dalam upaya transparansi, pihak manajemen Indodax telah menghubungi nasabah yang terdampak satu per satu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk mengumpulkan kronologi masing-masing kasus.
“Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas kami. Dari hasil penelusuran awal, indikasi yang muncul mengarah pada akses ilegal dari faktor eksternal. Meski demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendampingi para member yang terdampak dan menindaklanjuti setiap kasus secara menyeluruh,” pungkasnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).
Data Riset Terbaru:
Sebuah survei global yang dilakukan oleh Cybersecurity Ventures pada 2025 menunjukkan bahwa kerugian finansial akibat serangan phishing dan social engineering meningkat 37% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sektor aset digital menjadi target utama dengan rata-rata kerugian per insiden mencapai US$ 45.000. Laporan dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) juga mencatat peningkatan jumlah laporan keamanan siber di platform kripto sebanyak 60% sepanjang 2025, di mana 78% di antaranya melibatkan metode social engineering.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Insiden di Indodax mengungkap kerentanan utama dalam ekosistem aset digital: manusia sebagai pengguna. Meskipun platform telah mengimplementasikan sistem keamanan teknis yang canggih, celah terbesar justru terletak pada aspek human error. Serangan seperti phishing dan social engineering memanfaatkan celah psikologis dan kurangnya literasi keamanan siber di kalangan pengguna. Ini menunjukkan bahwa perlindungan aset digital tidak hanya menjadi tanggung jawab platform, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan edukasi yang lebih kuat dari sisi pengguna.
Studi Kasus:
Pada 2024, sebuah platform kripto di Singapura mengalami insiden serupa dengan kerugian mencapai lebih dari S$ 2 juta. Investigasi mengungkap bahwa pelaku berhasil mengakses akun pengguna melalui email phishing yang menyerupai notifikasi resmi dari platform. Studi kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi regulator dan pelaku industri di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat sistem verifikasi dua faktor dan edukasi pengguna.
Infografis (Konsep):
-
Jenis Serangan Terbanyak di Platform Kripto (2025):
- Social Engineering: 45%
- Phishing: 30%
- Malware: 15%
- Lainnya: 10%
-
Tren Kerugian Akibat Serangan Siber di Asia Tenggara:
- 2023: US$ 120 juta
- 2024: US$ 165 juta
- 2025: US$ 225 juta
-
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan:
- Aktifkan verifikasi dua faktor (2FA)
- Hanya gunakan tautan resmi dari platform
- Jangan berbagi informasi pribadi melalui pesan atau email
- Gunakan perangkat keamanan seperti antivirus dan firewall
Insiden ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di industri aset digital untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, platform, dan pengguna. Keamanan digital bukanlah tanggung jawab tunggal, melainkan kerja sama kolektif yang membutuhkan kesadaran, edukasi, dan tindakan preventif yang berkelanjutan. Mari jadikan keamanan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas investasi digital Anda.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.