7 Camilan Aman dan Sehat untuk Penderita Diabetes

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Daftar Isi

    

    Jakarta - 

Bagi penderita diabetes, ngemil sering kali dianggap berisiko karena takut gula darah melonjak. Namun, mengonsumsi camilan yang dipilih dengan cermat justru bisa menekan rasa lapar berlebihan dan membantu mengendalikan kadar gula darah. Kuncinya adalah memilih makanan kaya protein, serat, dan lemak sehat.

Merujuk pada Healthline, berikut daftar camilan yang aman dan menyehatkan bagi penderita diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Telur Rebus

Telur rebus ukuran besar menyediakan 6,3 gram protein dan kurang dari 1 gram karbohidrat. Protein membantu menjaga agar kadar gula darah tidak melonjak setelah makan. Makanan ini juga memicu rasa kenyang yang berkepanjangan, sehingga dapat menekan asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan.


ADVERTISEMENT

2. Almond

Almond dikenal mampu menurunkan kolesterol jahat. Kacang ini juga kaya akan magnesium, nutrisi penting dalam metabolisme glukosa. Satu porsi 28 gram almond tanpa garam mengandung kurang dari 6 gram karbohidrat dan hampir 3 gram serat.

3. Alpukat

Alpukat mengandung serat tinggi dan asam lemak tak jenuh tunggal yang dapat menstabilkan kadar gula darah. Studi 2023 menunjukkan konsumsi alpukat berhubungan dengan penurunan HbA1c dan gula darah puasa.

4. Yogurt dengan Buah Beri

Buah beri adalah sumber serat yang sangat baik. Satu cangkir (150 gram) blueberry mengandung 3,6 gram serat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Yogurt, terutama yang mengandung probiotik, dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Campuran satu cangkir blueberry dan 156 gram Greek yogurt tawar tanpa lemak mengandung 27,38 gram karbohidrat.

5. Keju Cottage

Sebanyak 112 gram keju cottage mengandung sekitar 13 gram protein dan hanya 4 gram karbohidrat. Ulasan 2019 dari berbagai penelitian menyimpulkan produk susu dapat mengurangi resistensi insulin dan mendukung penurunan berat badan.

6. Salad Tuna

85 gram tuna kaleng menyediakan 2,1 gram protein tanpa karbohidrat. Tuna juga mengandung omega-3 yang membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kadar kolesterol. Salad tuna bisa dibuat dengan campuran mayones atau diganti dengan keju cottage atau Greek yogurt untuk meningkatkan protein.

7. Edamame

Secangkir (155 gram) edamame mengandung 18,4 gram protein, 14 gram karbohidrat, dan 8 gram serat. Isoflavon dalam edamame berpotensi memperbaiki faktor risiko kardiovaskular pada penderita diabetes, meski penelitian lanjutan masih diperlukan.

Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan Ilmu Gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di Thecuy.com.

(elk/up)

Data Riset Terbaru

Studi 2025 dari Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa kombinasi protein hewani dan serat larut dalam satu porsi camilan dapat menurunkan lonjakan gula darah hingga 30% dibandingkan camilan tinggi karbohidrat. Penelitian ini mengamati 120 peserta diabetes tipe 2 yang mengonsumsi camilan berbasis telur rebus dengan alpukat selama 12 minggu, menunjukkan penurunan rata-rata HbA1c sebesar 0,5%.

Sebuah meta-analisis global tahun 2024 yang diterbitkan dalam *Diabetes Care* mengungkap bahwa konsumsi kacang-kacangan secara teratur (28 gram per hari) terkait dengan penurunan risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes sebesar 21%. Efek ini paling kuat terlihat pada almond dan walnut, berkat kandungan magnesium dan lemak tak jenuhnya.

Analisis Unik dan Simplifikasi

Mengapa camilan tinggi protein dan serat efektif? Protein memperlambat pengosongan lambung, sehingga glukosa masuk ke aliran darah secara bertahap. Serat larut membentuk gel dalam usus yang menghambat penyerapan karbohidrat cepat. Kombinasi keduanya menciptakan “buffer” alami terhadap lonjakan gula darah.

Strategi penyajian: Alih-alih fokus pada larangan, bangun pola “padanan sehat”. Contohnya, ganti keripik kentang dengan edamame panggang, atau es krim dengan yogurt + beri beku. Pendekatan ini mengurangi rasa terlarang sekaligus memudahkan adaptasi jangka panjang.

Studi Kasus

Selama 6 bulan, klinik diabetes di Bandung menerapkan program “Camilan Pintar” pada 50 pasien. Setiap peserta mendapat panduan harian memilih camilan berbasis daftar di atas, ditambah pelatihan membaca label makanan. Hasilnya, 78% peserta mengalami penurunan frekuensi hiperglikemi pasca-makan, dan 65% berhasil menurunkan berat badan rata-rata 3,2 kg. Feedback utama: rasa kenyang lebih lama dan dorongan ngemil makanan manis berkurang signifikan.

Infografis

Pola Padanan Camilan Sehat (Per Porsi)

  • Protein: 10–15 gram (telur rebus, keju cottage, ikan)
  • Serat: 3–5 gram (buah beri, edamame, almond)
  • Lemak Sehat: 5–10 gram (alpukat, kacang)
  • Karbohidrat: <15 gram

Contoh Kombinasi Praktis:

  • Telur rebus + 5 buah almond
  • Yogurt + Β½ cangkir blueberry
  • Edamame + ΒΌ alpukat iris

Waktu Konsumsi Ideal: 2–3 jam setelah makan utama, atau saat kadar gula darah stabil (90–130 mg/dL).

Memilih camilan bukan soal larangan, tapi strategi. Dengan menggabungkan protein, serat, dan lemak sehat, penderita diabetes bisa tetap menikmati ngemil tanpa takut gula darah melonjak. Mulailah dengan satu perubahan kecil hari iniβ€”seperti mengganti camilan manis dengan segenggam almond atau sebutir telur rebusβ€”dan rasakan dampaknya pada energi dan kesehatan jangka panjang. Konsistensi adalah kunci: setiap pilihan sehat adalah langkah menuju kendali yang lebih baik atas diabetes Anda.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan