Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Longsor Proyek Mini Soccer Sumedang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bencana tanah longsor yang terjadi di lokasi proyek pembangunan lapangan sepak bola mini di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menelan korban jiwa. Empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah yang runtuh saat mereka sedang bekerja.

Kejadian tragis tersebut melibatkan enam pekerja yang tengah melakukan pengerjaan proyek tersebut. Dua di antaranya berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Pihak kepolisian melalui Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopriansah, mengungkapkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya kelalaian dalam proses pengerjaan proyek yang diduga menjadi pemicu longsor.

“Rencananya lokasi tersebut akan dijadikan lapangan mini soccer. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mendalami apakah ada unsur kelalaian kerja atau faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian ini,” ujar Tanwin dalam keterangan yang dikutip oleh detikJabar pada Jumat (2/1/2026).

Dalam upaya mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut, penyidik telah memeriksa sembilan saksi, termasuk mandor proyek dan tenaga kerja yang selamat. Pemilik proyek juga turut dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.

Pemeriksaan saksi-saksi ini menjadi langkah penting dalam menentukan apakah ada pelanggaran prosedur atau ketidakpatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang berlaku. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol keselamatan dalam setiap aktivitas konstruksi, terutama di wilayah dengan kondisi tanah yang rawan longsor.

Baca selengkapnya di sini.

Sementara proses investigasi berlangsung, pihak berwenang juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait mitigasi risiko bencana di masa mendatang, terutama untuk proyek-proyek yang berada di daerah rawan bencana alam seperti longsor. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan, dan kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sektor konstruksi.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembangunan, khususnya di wilayah dengan potensi risiko geologis yang tinggi. Edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha jasa konstruksi tentang pentingnya keselamatan kerja serta mitigasi bencana alam juga perlu ditingkatkan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Setiap proyek pembangunan harus melalui tahap kaji kelayakan yang komprehensif, termasuk aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan