Kapolres Sragen Meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Hubungkan Dua Desa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, telah meresmikan infrastruktur baru berupa Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara Dukuh Karang Tanjung dan Dukuh Tileng, mempermudah akses masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Dewiana menyampaikan harapan besar agar keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, tetapi benar-benar dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai sarana penghubung. “Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya saat peresmian pada Jumat (2/1/2026).

Selain sebagai sarana transportasi, jembatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antara Polres Sragen dengan masyarakat. “Melalui kehadiran jembatan Presisi Merah Putih ini, kami ingin membangun jaringan silaturahmi dan persaudaraan yang lebih kuat dengan warga,” tambah Dewiana.

Acara peresmian diawali dengan penandatanganan batu prasasti oleh Kapolres, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita sebagai simbol resminya jembatan tersebut. Dewiana juga turut menjajal langsung jembatan tersebut dengan berjalan bersama warga, menunjukkan keterlibatan dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan aktivitas perekonomian dan sosial masyarakat di sekitar Dukuh Karang Tanjung dan Dukuh Tileng dapat semakin meningkat. Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Sragen dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan penelitian dari Pusat Studi Infrastruktur dan Pembangunan Desa (PSIPD) 2025, pembangunan jembatan di wilayah pedesaan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat hingga 60% dan berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga sebesar 25%. Studi ini melibatkan 150 desa di seluruh Indonesia yang mendapatkan bantuan infrastruktur jembatan selama tiga tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa akses transportasi yang baik menjadi faktor kunci dalam pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Studi Kasus:
Desa Slogo sebelumnya mengalami kesulitan akses antar-dukuh, terutama saat musim hujan. Warga harus menempuh jalan memutar hingga 5 kilometer untuk mencapai Dukuh Tileng dari Dukuh Karang Tanjung. Dengan adanya Jembatan Merah Putih Presisi, jarak tempuh berkurang menjadi hanya 500 meter, memangkas waktu tempuh dari 30 menit menjadi hanya 5 menit.

Infografis:

  • Panjang jembatan: 50 meter
  • Lebar jembatan: 3 meter
  • Kapasitas: 5 ton
  • Waktu pembangunan: 3 bulan
  • Dana pembangunan: Rp 500 juta

Jembatan ini bukan hanya mempersingkat jarak, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. Setiap langkah yang dilalui di atas jembatan ini adalah langkah menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini sebaik mungkin untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan