PU Kerahkan Alat Berat Tangani Banjir Susulan di Agam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir bandang susulan kembali menerjang Kabupaten Agam, Sumatra Barat, tepatnya di Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Peristiwa ini menyebabkan jalan penghubung Pasar Maninjau menuju Lubuk Alung tertutup material longsor susulan dari kawasan Kelok 28. Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu penanganan bencana di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat demi memastikan jalur transportasi tetap bisa dilalui dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Sejak Kamis (1/1/2026), alat berat dan personel tanggap darurat dari Kementerian PU telah dikerahkan ke lokasi bencana. Upaya ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Agam serta jajaran TNI-Polri. Mereka bekerja keras membersihkan material longsor agar jalan kembali bisa dilalui oleh masyarakat.

Naryo Widodo, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, menjelaskan bahwa potensi longsor susulan di kawasan Kelok 28 masih sangat tinggi karena masih banyak material longsor yang tersisa. Koordinasi intensif terus dilakukan antar instansi terkait guna meminimalkan risiko. Saat ini, dukungan alat berat yang dikerahkan terdiri dari 2 unit alat dari Polri, 1 unit dari BWS, dan 1 unit wheel loader dari PU Kabupaten. BWS juga berencana menambah 2 unit alat berat, dengan 1 unit dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 dan unit lainnya pada 6 Januari 2026.

Masyarakat yang terdampak telah dipindahkan ke hunian sementara (huntara) di Palembayan, Kabupaten Agam. Kementerian PU juga telah menyiagakan 1 unit Mobile Treatment Unit (MTA) dan 5 unit hidran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian.

Dukungan ini merupakan kelanjutan dari penanganan bencana yang terjadi di Sumatra Barat sejak akhir November 2025. Kementerian PU terus memperkuat penanganan bencana di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Hingga 30 Desember 2025, total 341 unit alat berat telah disiagakan di Sumatra Barat, terdiri dari 114 unit alat PU dan 227 unit dari mitra BUMN.

Di sisi infrastruktur jembatan, 7 unit Jembatan Bailey telah dimobilisasi, dengan rincian 6 unit telah terpasang dan 1 unit masih dalam proses pemasangan. Untuk sektor air bersih dan sanitasi, Kementerian PU menyiagakan 1 unit IPA Mobile, 18 unit mobil tangki air, 8 unit biority, 105 unit hidran umum, serta 14 unit toilet portable.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (2025) menunjukkan bahwa kawasan Kelok 28 memiliki tingkat kerentanan longsor sangat tinggi akibat kombinasi faktor geologi, curah hujan ekstrem, dan aktivitas manusia seperti pembukaan lahan. Riset ini merekomendasikan penguatan struktur lereng menggunakan bioengineering dan pemantauan real-time menggunakan sensor tiltmeter.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Bencana di Agam menggambarkan tantangan besar dalam penanganan bencana di kawasan rawan bencana. Pendekatan klasik yang hanya mengandalkan alat berat dan penanganan pasca-bencana terbukti kurang efektif. Diperlukan strategi holistik yang menggabungkan mitigasi struktural (seperti jembatan Bailey dan penahan longsor), mitigasi non-struktural (sistem peringatan dini dan evakuasi), serta penguatan kapasitas masyarakat.

Studi Kasus:
Kasus banjir bandang di Agam tahun 2025 menjadi pelajaran penting. Meskipun respons cepat dilakukan, namun korban jiwa dan kerusakan infrastruktur tetap terjadi. Ini menunjukkan bahwa perlu ada perubahan paradigma dari responsif menjadi preventif.

Infografis (Teks):

  • Jumlah Alat Berat yang Dikerahkan: 341 unit

    • 114 unit: Kementerian PU
    • 227 unit: Mitra BUMN
  • Jembatan Bailey yang Dipasang: 6 unit (dari 7 unit total)
  • Hidran Umum: 105 unit
  • Toilet Portable: 14 unit
  • Masyarakat Terdampak: Dipindahkan ke huntara di Palembayan

Bencana alam tidak bisa dicegah, namun dampaknya bisa diminimalkan. Keterlibatan semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, sangat penting dalam membangun ketahanan bencana. Mari kita jadikan setiap bencana sebagai pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan alam.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan