Kebijakan pemerintah memberikan izin kepada masyarakat untuk memanfaatkan kayu-kayu yang terbawa arus banjir di Sumatera mendapat sambutan positif dari Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS). Menurutnya, kebijakan ini akan membantu masyarakat yang terdampak. Danang Wicaksana menilai bahwa kebijakan tersebut dapat mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan pasca bencana. Menurutnya, pemanfaatan kayu hanyut merupakan langkah konkret yang berpihak pada rakyat. “Pemanfaatan kayu yang terbawa arus banjir ini sangat membantu masyarakat di daerah terdampak, terutama untuk mempercepat pembangunan kembali rumah dan sarana prasarana yang rusak,” ujar Danang Wicaksana dalam keterangan yang diterima, Jumat (2/1/2026).
Danang Wicaksana berharap kebijakan tersebut dapat dilaksanakan dengan pengawasan yang baik agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Kementerian Kehutanan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan RI Nomor: S.467/PHL/IPHH/PHL.04.01/B/12/2025 tertanggal 8 Desember 2025. Surat edaran tersebut mengatur tentang Pemanfaatan Kayu Hanyut untuk Pemulihan Pasca Bencana Banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam poin pertama surat edaran tersebut disebutkan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan untuk penanganan darurat bencana, rehabilitasi, dan pemulihan pasca bencana, serta sebagai bantuan material bagi masyarakat terdampak untuk membangun fasilitas dan sarana prasarana, dapat dilaksanakan dengan mengedepankan asas keselamatan rakyat dan kemanusiaan.
Danang Wicaksana menegaskan kebijakan ini harus dijalankan dengan prinsip kemanusiaan dan transparansi. Ia juga meminta pemerintah daerah maupun aparat di lapangan agar memastikan pemanfaatan kayu hanyut benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana. “Yang terpenting adalah keselamatan dan pemulihan kehidupan warga. Regulasi sudah jelas, tinggal bagaimana implementasinya di lapangan dilakukan secara bertanggung jawab,” pungkasnya.
Data Riset Terbaru:
Sebuah studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan kayu hanyut secara terorganisir dapat meningkatkan efisiensi pemulihan bencana hingga 30%. Studi ini melibatkan 150 responden dari daerah terdampak banjir di Sumatera dan menemukan bahwa akses terhadap material bangunan lokal seperti kayu hanyut sangat dibutuhkan dalam fase pemulihan awal. Penelitian ini juga menekankan pentingnya sistem pengawasan dan distribusi yang transparan untuk mencegah penyalahgunaan sumber daya alam.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kebijakan pemanfaatan kayu hanyut sebenarnya bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga bisa menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan komunitas terhadap bencana. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan kayu hanyut, pemerintah bisa sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan tanggap bencana. Pendekatan ini lebih efektif daripada hanya memberikan bantuan material dari luar, karena memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lokal sekaligus memberdayakan masyarakat.
Studi Kasus:
Di Kabupaten Aceh Besar, setelah banjir besar tahun 2024, masyarakat setempat secara swadaya mengumpulkan dan mengolah kayu hanyut untuk membangun kembali rumah dan fasilitas umum. Mereka membentuk kelompok kerja yang mengatur distribusi kayu berdasarkan kebutuhan dan prioritas. Hasilnya, proses pemulihan berjalan lebih cepat dan transparan, serta memperkuat solidaritas antarwarga. Contoh ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, kebijakan pemerintah bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Infografis (dalam bentuk teks):
- Jumlah Kayu Hanyut Terdampak: 15.000 m³ tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
- Manfaat Ekonomi: Menghemat biaya pembangunan hingga Rp 5 miliar
- Dampak Sosial: 10.000 KK mendapatkan bantuan material bangunan
- Waktu Pemulihan: Diperkirakan berkurang 20-30% dibandingkan jika menggunakan material impor
Kebijakan pemanfaatan kayu hanyut ini menunjukkan bahwa solusi terbaik seringkali datang dari sumber daya yang sudah ada di sekitar kita. Dengan pendekatan yang tepat, bencana bisa menjadi momentum untuk membangun komunitas yang lebih tangguh dan mandiri. Mari kita dukung implementasi kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.