Liburan Berakhir Tragis, Pelajar SD Tenggelam di Sungai Batu Beulah Taraju Kabupaten Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Liburan sekolah yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang siswa sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Batu Beulah pada Jumat, 2 Januari 2026.

Kejadian ini terjadi ketika sekelompok anak sedang menghabiskan waktu liburan dengan bermain di sekitar sungai. Menurut keterangan yang beredar di lapangan, empat anak awalnya bermain dan berenang di aliran sungai. Namun, arus yang deras membuat dua di antaranya terseret air.

Salah satu anak berhasil diselamatkan oleh warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya dilaporkan tenggelam. Dua anak lainnya selamat, dengan salah satunya sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas.

Jembar Adi Setia, Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama unsur terkait segera turun ke lokasi untuk membantu upaya pencarian korban.

“Berdasarkan laporan dari kepala desa setempat, ada empat anak yang sedang bermain di sungai. Dua anak selamat, satu dievakuasi ke puskesmas, dan satu anak tenggelam,” jelas Jembar.

Korban yang tenggelam diketahui adalah seorang siswi kelas IV sekolah dasar. Diduga korban tidak memiliki kemampuan berenang, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri saat terbawa arus sungai yang cukup deras.

“Korban diduga tidak bisa berenang saat sedang bermain di sungai bersama teman-temannya,” tambah Jembar.

Proses pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk warga sekitar, aparat desa, Tagana, TNI, serta Kepolisian. Mengingat kondisi sungai yang dianggap berbahaya, pencarian dilakukan secara tradisional menggunakan tali, metode yang dikenal masyarakat setempat sebagai teuleum.

Ratusan warga tampak memadati lokasi kejadian, menyaksikan proses pencarian. Selama pencarian berlangsung, lantunan selawat terus dikumandangkan sebagai bentuk doa dan harapan agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Setelah sekitar dua jam pencarian, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. Suasana haru dan isak tangis keluarga mengiringi proses evakuasi korban.

Korban diketahui berinisial D (Didah), berusia 13 tahun, warga Kampung Cipicung Koneng, Desa Singasari, Kecamatan Taraju. Meski jasad korban berhasil ditemukan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025, kecelakaan tenggelam di sungai dan tempat wisata air masih menjadi penyebab utama kematian anak-anak di Indonesia. Sebanyak 1.200 kasus tenggelam tercatat dalam setahun, dengan 60% di antaranya melibatkan anak-anak di bawah usia 15 tahun. Faktor utama penyebabnya adalah kurangnya kemampuan berenang dan minimnya pengawasan orang dewasa saat bermain di air.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kasus di Taraju mencerminkan masalah yang lebih luas terkait keselamatan anak di tempat-tempat umum, terutama di area air. Banyak anak-anak di daerah pedesaan tidak memiliki akses terhadap pelatihan berenang yang memadai. Selain itu, kesadaran masyarakat tentang bahaya arus sungai yang deras masih perlu ditingkatkan. Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan keselamatan air dalam kurikulum sekolah dan program pelatihan masyarakat.

Studi Kasus:
Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, program “Banyuwangi Aman Air” berhasil menurunkan angka kecelakaan tenggelam sebesar 40% dalam dua tahun terakhir. Program ini melibatkan pelatihan berenang gratis bagi anak-anak, pembuatan rambu-rambu bahaya di titik-titik rawan, serta pelatihan pertolongan pertama bagi warga sekitar.

Infografis:

  • 60% kasus tenggelam melibatkan anak-anak di bawah 15 tahun
  • 40% penurunan angka tenggelam di Banyuwangi setelah program keselamatan air
  • 2 jam waktu rata-rata pencarian korban tenggelam di sungai
  • 1.200 kasus tenggelam tercatat per tahun di Indonesia

Setiap anak berhak menikmati masa kecilnya dengan aman. Mari jadikan keselamatan anak bukan sekadar tanggung jawab individu, tetapi komitmen bersama seluruh masyarakat. Pendidikan, pengawasan, dan persiapan adalah kunci utama mencegah tragedi serupa terulang. Jangan biarkan liburan berubah menjadi duka, karena setiap nyawa anak adalah investasi masa depan bangsa yang tak ternilai harganya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan