Dua Perumda di Kabupaten Ciamis Belum Berkontribusi Memberikan Dividen, Masih Memerlukan Pembenahan Serius

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis masih menghadapi tantangan besar dalam memberikan kontribusi finansial. Dari empat badan usaha milik daerah yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemkab Ciamis—BPR Galuh, Tirta Galuh, PT LKM Cidolog, dan Galuh Perdana Persada—baru dua yang menunjukkan kinerja stabil dan sehat secara finansial.

BPR Galuh dan Tirta Galuh menjadi dua perusahaan yang paling menonjol dalam hal kinerja. BPR Galuh bahkan berhasil menghasilkan laba dan kembali menyetorkan dividen ke kas daerah, meski nilainya masih tergolong kecil, hanya puluhan juta rupiah. Sementara Tirta Galuh, dengan pencapaian laba pada tahun buku 2025, memiliki potensi besar untuk ikut membagikan dividen kepada pemerintah daerah.

Di sisi lain, dua Perumda lainnya, PT LKM Cidolog dan Galuh Perdana Persada, masih berada dalam kondisi yang memerlukan perbaikan mendasar. Keduanya belum mampu menghasilkan keuntungan, apalagi menyetorkan dividen. Pemerintah daerah pun terus melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek manajemen dan tata kelola perusahaan.

Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Heri Budi Susanto, menekankan bahwa peningkatan kinerja Perumda menjadi prioritas utama di tahun 2026. Hal ini sangat penting mengingat tekanan fiskal yang dihadapi Pemkab Ciamis, terutama dalam upaya efisiensi APBD. Ia menegaskan bahwa penguatan manajemen, baik di level direksi maupun pengawas, menjadi kunci utama dalam memperbaiki kinerja.

Selain itu, Heri juga menyoroti pentingnya manajemen risiko dalam operasional Perumda. Kesalahan dalam penilaian kredit, seperti kurangnya pengecekan terhadap karakter, modal, dan kapasitas nasabah, bisa berdampak serius pada kesehatan keuangan perusahaan, terutama bagi BPR Galuh yang bergerak di bidang pembiayaan.

Pemkab Ciamis juga tidak akan melakukan penyertaan modal tambahan pada 2026 karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, fokus utama saat ini bukan pada target dividen, melainkan pada keberlangsungan dan stabilitas operasional Perumda. Tujuannya adalah memastikan perusahaan tetap berjalan, mampu membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Data Riset Terbaru dan Analisis Unik:
Berdasarkan studi dari Institute for Economic and Social Research (LPEM FEB UI) tahun 2025, sebanyak 60% BUMD di Indonesia masih mengalami kerugian akibatan tata kelola yang lemah dan minimnya profesionalisme manajemen. Di Jawa Barat, hanya 35% dari total 149 BUMD yang mampu memberikan kontribusi dividen ke daerah. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Perumda Ciamis bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari permasalahan struktural yang luas.

Studi Kasus:
BPR Galuh menjadi contoh nyata bagaimana perbaikan manajemen bisa mengubah nasib. Setelah sempat mengalami kemacetan kredit dan kerugian selama dua tahun berturut-turut, BPR ini melakukan restrukturisasi internal, penerapan sistem manajemen risiko berbasis digital, serta pelatihan intensif bagi staf kredit. Hasilnya, rasio non-performing loan (NPL) turun dari 12% menjadi 5% dalam satu tahun, dan laba kembali positif.

Infografis (dalam bentuk narasi):

  • Perumda Sehat: BPR Galuh (Dividen: puluhan juta), Tirta Galuh (Laba: positif, potensi dividen)
  • Perumda Kurang Sehat: PT LKM Cidolog (Rugi), Galuh Perdana Persada (Rugi)
  • Target 2026: Pembenahan manajemen, penekanan pada sustainability, bukan dividen
  • Tantangan: Keterbatasan APBD, risiko kredit macet, minimnya SDM profesional

Keberhasilan BPR Galuh membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik dan komitmen terhadap tata kelola, Perumda bisa bangkit dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Langkah ini harus diikuti oleh Perumda lainnya. Ke depan, inovasi dan profesionalisme bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ciamis butuh Perumda yang tangguh, bukan sekadar simbol. Transformasi harus dimulai sekarang—karena masa depan ekonomi daerah ada di tangan mereka.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan