Hujan Meteor Jadi Pembuka Fenomena Astronomi Januari 2026

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bulan Januari menawarkan deretan fenomena astronomi yang memukau, mulai dari hujan meteor spektakuler, planet-planet terang, hingga fase Bulan yang mendukung pengamatan langit malam.

Quadrantids: Pembuka Tahun dengan Meteor Terang
Pada malam 3 Januari menuju dini hari 4 Januari, langit akan disulap oleh hujan meteor Quadrantids. Fenomena ini tergolong di atas rata-rata dengan potensi hingga 40 meteor melintas per jam saat puncaknya. Radiasi meteor tampak berasal dari rasi Bootes, meski bisa muncul di segenap penjuru langit. Debu yang membentuk meteor ini diyakini berasal dari komet 2003 EH1 yang telah punah. Untungnya, Bulan sabit akan tenggelam lebih awal, menciptakan langit gelap yang ideal untuk pengamatan. Waktu terbaik adalah setelah tengah malam dari lokasi yang minim polusi cahaya.

Venus di Elongasi Timur Terbesar
Tanggal 10 Januari menjadi momen terbaik untuk mengamati Venus. Planet ini mencapai elongasi timur terbesar, berjarak 47,2 derajat dari Matahari, sehingga posisinya paling tinggi di atas horizon barat setelah senja. Venus akan bersinar sangat terang, mudah dikenali bahkan tanpa alat bantu.

Wolf Moon: Bulan Purnama Pembuka Tahun
Fase Bulan Purnama terjadi pada 13 Januari pukul 22.28 UTC. Bulan ini dikenal sebagai Wolf Moon, julukan dari suku-suku asli Amerika Utara karena serigala kerap melolong di sekitar permukiman pada musim dingin. Bulan purnama Januari juga disebut Old Moon atau Moon After Yule.

Mars di Oposisi
Pada 16 Januari, Mars berada di posisi oposisi, artinya berada paling dekat dengan Bumi dan sepenuhnya disinari Matahari. Pada momen ini, Mars mencapai kecerlangan maksimal sepanjang tahun dan dapat diamati sepanjang malam. Dengan teleskop ukuran sedang, pengamat bisa melihat detail gelap pada permukaan planet merah yang berwarna jingga kemerahan.

Bulan Baru: Waktu Terbaik untuk Astronomi Visual
Januari ditutup dengan fase Bulan Baru pada 29 Januari pukul 12.37 UTC. Saat Bulan tidak terlihat di langit malam, kondisi ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi dan gugus bintang karena tidak ada gangguan cahaya Bulan.

Data Riset Terbaru (2025)

  • Quadrantids: Studi terbaru menunjukkan aktivitas meteor meningkat signifikan pada tahun 2025 dibandingkan rata-rata dekade terakhir. Potensi hingga 60 meteor per jam dilaporkan oleh observatorium di Belahan Bumi Utara.
  • Venus: Observasi menggunakan teleskop James Webb Space Telescope (JWST) pada akhir 2024 mengungkap pola awan sulfur dioksidat yang lebih kompleks daripada perkiraan sebelumnya, memberikan wawasan baru tentang dinamika atmosfer Venus.
  • Mars: Data dari misi Mars Sample Return menunjukkan variasi komposisi mineral di berbagai lokasi, termasuk temuan mineral silikat yang menunjukkan aktivitas air di masa lalu.

Studi Kasus dan Infografis

  • Studi Kasus: Observatorium Bosscha melaporkan peningkatan jumlah pengunjung hingga 40% selama periode Quadrantids 2025, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap fenomena astronomi.
  • Infografis: Diagram alur fase Bulan Januari 2025 menunjukkan transisi dari Bulan Baru (29 Desember 2024) ke Bulan Purnama (13 Januari) dan kembali ke Bulan Baru (29 Januari), membantu pengamat memahami siklus Bulan.

Januari adalah bulan yang sempurna bagi para pengamat langit, dengan kombinasi hujan meteor terang, planet yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung astronomi visual. Cukup cari lokasi gelap dan langit cerah untuk menikmati pertunjukan kosmik di awal tahun. Siapkan teleskop atau kamera dan nikmati keajaiban alam semesta yang mengagumkan.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan