Pria Tega Mencuri TV dari Rumah Korban Kebakaran di Jakarta Barat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kebakaran hebat melanda kawasan Grogol, Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Namun, di tengah musibah tersebut, tindakan tak terpuji justru dilakukan oleh AMR (31). Pria ini ditangkap usai ketahuan mencuri televisi milik korban kebakaran. Aksi AMR terjadi saat warga sedang panik menyelamatkan diri dan harta benda mereka dari kobaran api.

Peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 06.46 WIB di Jalan Dokter Makaliwe RT 04 RW 07, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Kobaran api baru berhasil dipadamkan pukul 08.06 WIB, satu jam setelah pertama kali muncul. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas dari tabung kompor yang sedang digunakan memasak. Api menghanguskan tiga rumah tinggal milik warga. Sebanyak 36 jiwa dari tujuh keluarga terdampak, namun beruntung tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian ini.

AMR ketahuan saat sedang mengangkut televisi merek Polytron milik korban. Saat itu, korban tengah sibuk menyelamatkan barang-barangnya dari dalam rumah. Melihat situasi panik, AMR memanfaatkan momen tersebut untuk mengambil kesempatan. Namun, niat jahatnya tercium. Korban dan warga segera mengamankan AMR dan menyerahkannya kepada pihak berwajib. Kini, AMR diamankan di Polsek Grogol Petamburan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan, terutama saat terjadi musibah, serta segera melapor ke Call Center 110 bila melihat hal mencurigakan.

Kebakaran besar ini sempat mengganggu perjalanan KRL Commuter Line lintas Tangerang. Operasional kereta dihentikan sementara demi alasan keamanan karena api berkobar dekat rel kereta. Namun, setelah petugas memastikan api telah padam dan situasi aman, perjalanan KRL kembali normal. PT KCI melalui akun resmi X @CommuterLine mengonfirmasi bahwa perjalanan Commuter Line lintas Tangerang telah selesai ditangani petugas, meskipun masih terjadi penguraian kepadatan di jalur rel.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik musibah, masih ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Kejadian ini mengajarkan pentingnya solidaritas dan kewaspadaan bersama, terutama saat lingkungan sedang dilanda kesulitan. Jangan biarkan rasa empati tenggelam oleh ulah oknum yang tak bertanggung jawab. Mari bersatu, saling menjaga, dan pastikan keamanan lingkungan tetap terjaga, terutama di saat-saat genting.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan