Erdogan Desak Putin untuk Gencatan Senjata Terbatas dalam Pertemuan Rusia-Ukraina

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menemui Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan bilateral di sela KTT yang digelar di Turkmenistan. Seperti dilaporkan oleh AFP pada 12 Desember 2025, Erdogan menyampaikan seruan langsung kepada Putin untuk segera menghentikan permusuhan antara Rusia dan Ukraina melalui gencatan senjata.

Dalam kesempatan tersebut, Erdogan menekankan bahwa langkah penghentian tembak-menembak merupakan pilihan strategis yang bernilai tinggi bagi Rusia. Pemerintahan Erdogan mengusulkan gencatan senjata terbatas yang mencakup dua aspek utama: penghentian serangan terhadap fasilitas energi vital serta pelabuhan penting. Pendekatan ini dianggap sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih menyeluruh.

Usulan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Hitam, di mana sejumlah kapal tanker Rusia menjadi sasaran serangan drone. Serangan-serangan tersebut diklaim oleh pihak Kyiv, dan menurut Ankara merupakan bentuk eskalasi konflik yang mengkhawatirkan. Sebagai respons, Turki telah memanggil duta besar Rusia dan Ukraina untuk menyampaikan keprihatinan mereka.

Sebagai negara yang menjaga hubungan diplomatik dengan kedua belah pihak sejak awal perang, Turki memainkan peran krusial. Kontrol atas Selat Bosporus oleh Ankara menjadikannya penentu utama jalur pelayaran strategis yang digunakan untuk mengangkut gandum Ukraina dan minyak Rusia menuju Mediterania.

Pada pertemuan daring dengan para sekutu Ukraina bulan November lalu, Erdogan pernah menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang mencakup sektor energi dan infrastruktur pelabuhan bisa menjadi fondasi bagi negosiasi menuju perjanjian damai yang komprehensif.

Upaya diplomasi Erdogan ini menunjukkan komitmen Turki dalam meredakan konflik yang telah berlangsung lama dan merugikan banyak pihak. Dengan posisinya yang unik, Turki berpotensi menjadi penengah yang efektif dalam proses perdamaian antara Moskow dan Kyiv.

Pemimpin Turki tersebut yakin bahwa solusi damai bukan hanya mungkin tercapai, tetapi juga sangat diperlukan demi stabilitas kawasan dan keamanan global. Dengan langkah-langkah konkret seperti usulan gencatan senjata terbatas ini, Erdogan berharap dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih luas dan menghasilkan perdamaian yang abadi di Eropa Timur.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan