
Jakarta –
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.1/9772/SJ yang mengatur penggunaan Bantuan Pemerintah Pusat dan Bantuan Keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) serta pergeseran anggaran dalam APBD daerah terdampak bencana. SE ini dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi pemerintah daerah yang mengalami bencana dalam memanfaatkan bantuan keuangan dari pemerintah pusat maupun Pemda lainnya.
Selain itu, SE ini juga mengatur mekanisme pergeseran anggaran dalam APBD guna mempercepat penanganan bencana. Diterbitkannya aturan ini bertujuan agar dukungan anggaran dapat segera digunakan secara tepat, akuntabel, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam suratnya, Mendagri menekankan bahwa bantuan keuangan harus difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemulihan sarana dan prasarana utama.
SE ini juga merinci kategori kebutuhan yang termasuk dalam ketiga komponen tersebut agar mempermudah pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
“Penampungan dan hunian sementara, seperti tenda, terpal, matras, tali tambang,” demikian tertulis dalam surat edaran tersebut sebagai contoh salah satu sarana dan prasarana dasar yang perlu disediakan di daerah terdampak bencana.
Surat yang ditujukan kepada para kepala daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini resmi diteken oleh Mendagri pada Kamis (11/12/2025).
Bagi pemerintah daerah yang masih dalam status tanggap darurat, penggunaan bantuan dapat dianggarkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan mekanisme pembebanan langsung sesuai tahapan yang tercantum dalam surat edaran.
Sementara itu, untuk daerah yang status tanggap daruratnya telah berakhir, penggunaan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lain harus dianggarkan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Penganggaran ini dilakukan sesuai kewenangan masing-masing SKPD, mencakup program, kegiatan, subkegiatan, serta kode rekening belanja yang telah diatur dalam surat edaran tersebut.
(akn/ega)
Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025, terdapat peningkatan 23% dalam penanganan bencana alam di Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya. Daerah-daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi wilayah prioritas karena intensitas kebencanaan yang tinggi. Penelitian dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa penggunaan anggaran yang tepat sasaran dapat mempercepat pemulihan hingga 40% lebih cepat.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Mekanisme penganggaran bencana yang diatur dalam SE Mendagri ini merupakan terobosan penting dalam tata kelola penanggulangan bencana. Dengan memberikan fleksibilitas dalam pergeseran anggaran APBD, pemerintah daerah dapat merespons keadaan darurat secara lebih cepat tanpa harus menunggu proses perubahan APBD yang panjang. Pendekatan ini sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana.
Studi Kasus:
Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Padang menerapkan mekanisme serupa dalam penanganan banjir bandang. Dengan menggunakan dana BTT dan pergeseran anggaran internal, Kota Padang berhasil membangun 150 unit hunian sementara dalam waktu 14 hari, jauh lebih cepat dibandingkan prosedur normal yang membutuhkan waktu 45-60 hari.
Infografis:
- Waktu Respon Cepat: 40% lebih cepat dengan penggunaan anggaran fleksibel
- Cakupan Bantuan: 3 provinsi prioritas (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat)
- Jenis Bantuan: Kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pemulihan infrastruktur
- Mekanisme: BTT untuk daerah tanggap darurat, SKPD untuk daerah pasca tanggap darurat
Dengan adanya panduan ini, diharapkan penanganan bencana di Indonesia dapat lebih efektif dan efisien. Mari kita dukung langkah pemerintah dalam membangun ketahanan bencana nasional. Setiap detik sangat berharga dalam menolong sesama, mari bersama-sama memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran. Semangat gotong royong dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di negeri ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.