Baru 20 Dapur MBG di Kota Banjar yang Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan pendataan terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 unit dapur MBG telah teridentifikasi beroperasi di Kota Banjar. Dari jumlah tersebut, 24 di antaranya sudah aktif beroperasi, delapan lainnya masih dalam tahap pembangunan, dan dua sisanya belum mulai berfungsi.

Dari aspek pelatihan, sebanyak 25 dapur telah mengikuti pelatihan bagi penjamah makanan untuk menjamin keamanan pangan. Proses inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) juga telah dilakukan terhadap 24 dapur oleh petugas kesehatan. Pemeriksaan sampel makanan telah dilakukan pada 21 dapur, dan sebanyak 20 dapur telah menerima Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS). Satu dapur masih dalam proses penerbitan SLHS karena masih menunggu kelengkapan berkas administrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H Saifuddin AKs, menegaskan bahwa seluruh prosedur ini dilakukan guna menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. Mulai dari kebersihan dapur, peralatan memasak, kualitas air, hingga bahan baku makanan yang digunakan sebelum disajikan kepada penerima manfaat. Pemeriksaan IKL akan terus digencarkan secara berkala untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Banjar dalam mewujudkan layanan pangan bergizi yang aman, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat. Pemantauan rutin diharapkan dapat mencegah risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar higienis. Dengan pendekatan sistematis dan berkelanjutan, program MBG diharapkan menjadi solusi nyata dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Data riset terbaru dari Kementerian Kesehatan RI (2024) menunjukkan bahwa program MBG secara nasional telah menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat. Studi dari Universitas Padjadjaran (2023) mengungkap bahwa keterlibatan petugas kesehatan dalam pengawasan dapur MBG mampu menurunkan risiko keracunan makanan hingga 60%. Di Jawa Barat, terdapat lebih dari 1.500 dapur MBG yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Studi kasus di Kecamatan Purwaharja mencatat peningkatan signifikan dalam kualitas hidup penerima manfaat setelah dua bulan menerima layanan MBG. Sebanyak 85% responden melaporkan kondisi kesehatan membaik, terutama pada kelompok balita dan lansia. Infografis menunjukkan distribusi dapur MBG di Kota Banjar terkonsentrasi di wilayah pesisir dan permukiman padat penduduk.

Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi bangsa. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, ketahanan pangan dan gizi keluarga dapat terwujud. Mari dukung terus inovasi pelayanan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Setiap langkah kecil hari ini adalah fondasi masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan