Kota Tasikmalaya Raih Predikat TPID Kota Berkinerja Terbaik di Jawa–Bali 2025

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Pada perhelatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Jakarta, tepatnya pada hari Jumat, 28 November 2025, Kota Tasikmalaya secara resmi terpilih sebagai TPID Kota dengan Kinerja Terbaik 2025 untuk wilayah Jawa-Bali.

Penghargaan ini merupakan apresiasi Bank Indonesia terhadap kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya yang dinilai sangat solid. TPID Kota Tasikmalaya dinilai mampu menjaga stabilitas harga secara optimal melalui sinergi lintas sektor dan berbagai inovasi strategis dalam pengendalian inflasi di tingkat daerah.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang hadir langsung dalam acara penganugerahan tersebut, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dan mitra strategis secara kolektif. “Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya konsisten Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, mulai dari stabilisasi harga hingga ketersediaan pasokan komoditas pangan pokok penting,” ujar Viman pada hari Minggu, 30 November 2025.

Program pengendalian inflasi yang dijalankan Kota Tasikmalaya juga dinilai selaras dengan tujuh prioritas pembangunan daerah. Fokus utamanya mencakup upaya menjaga ketahanan pangan, penguatan keberadaan pasar rakyat, serta peningkatan kolaborasi bersama berbagai instansi strategis, seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, Pertamina, kelompok tani/KWT, dan para pelaku usaha lokal.

Di kawasan Jawa-Bali, Kota Tasikmalaya keluar sebagai pemenang terbaik, bersanding dengan kota-kota besar lainnya dari berbagai kawasan di Indonesia, seperti Palembang, Banjarmasin, Palu, dan Mataram. Capaian ini menunjukkan bahwa strategi dan langkah pengendalian inflasi yang diambil Kota Tasikmalaya telah memberikan dampak nyata dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

Viman menegaskan bahwa penghargaan TPID 2025 ini menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kinerja. “Penghargaan TPID 2025 ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Kami berkomitmen terus memperkuat peran TPID demi memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” tegasnya.

Dalam konteks ekonomi makro, pengendalian inflasi yang efektif bukan hanya soal menjaga harga tetap terjangkau, tetapi juga menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Stabilitas harga pangan menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Kebijakan stabilisasi harga yang dijalankan Pemerintah Kota Tasikmalaya melibatkan pendekatan holistik, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi hulu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal melalui pendampingan kepada petani dan kelompok tani, penyediaan benih unggul, serta optimalisasi lahan pertanian. Sementara di sisi hilir, pemerintah mengintensifkan operasi pasar murah, pasar murah keliling, serta program bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, penguatan peran pasar rakyat juga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pengendalian inflasi. Pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menekan ketergantungan terhadap rantai distribusi panjang yang berpotensi menaikkan harga jual.

Kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia juga menjadi kunci keberhasilan. Bank Indonesia perwakilan Tasikmalaya terus memberikan pendampingan teknis, monitoring inflasi secara real-time, serta fasilitasi koordinasi antarinstansi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi acuan utama dalam menentukan langkah-langkah strategis, sementara peran Bulog dan Pertamina dalam menjaga pasokan pangan dan energi menjadi penopang utama stabilitas harga.

Keberhasilan Kota Tasikmalaya ini juga menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan partisipatif dapat menghasilkan outcome yang nyata bagi masyarakat. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi faktor penentu dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Studi kasus yang dapat diambil dari keberhasilan Kota Tasikmalaya adalah pentingnya sinergi antara kebijakan makro dan implementasi di tingkat mikro. Ketika kebijakan pengendalian inflasi dirancang secara komprehensif dan dijalankan secara kolaboratif, maka dampaknya akan langsung terasa oleh masyarakat luas.

Dari sisi infografis, data menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya berhasil menekan laju inflasi tahunan di bawah angka nasional selama tiga tahun terakhir. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya juga menunjukkan tren penurunan pada komponen volatile food, terutama pada komoditas beras, bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari komitmen yang lebih kuat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kota Tasikmalaya siap menjadi role model pengendalian inflasi di Indonesia. Terus tingkatkan sinergi, perkuat ketahanan pangan, dan wujudkan kesejahteraan yang merata. Bersama, kita jaga stabilitas harga, tingkatkan daya beli, dan bangun masa depan ekonomi yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan