Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor kelapa sawit. Dalam acara tersebut, DJP mengungkap berbagai modus kecurangan yang ditemukan, seperti underinvoicing dan penggunaan faktur pajak fiktif.
Sosialisasi Kewajiban Perpajakan di Sektor Produk Kelapa Sawit dan Turunannya diselenggarakan pada Jumat (28/11/2025). Acara ini dihadiri sekitar 200 perwakilan dari 137 Wajib Pajak strategis di industri kelapa sawit.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, temuan ini merupakan hasil operasi gabungan Kemenkeu-Polri yang berhasil mengungkap penyelundupan produk turunan CPO pada awal November 2025. Ia menekankan, kegiatan ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti pelaku usaha, melainkan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Purbaya mengajak pelaku usaha untuk segera melaporkan jika menemui kendala atau kesulitan. Ia berharap industri sawit tetap menjadi pilar utama industri nasional. Pemerintah, lanjutnya, bertujuan menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil. Kebijakan fiskal akan dirancang agar tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat penerimaan negara.
“Kita bereskan bersama. Yang jelas, kita ingin industri sawit ini tetap menjadi tulang punggung industri Indonesia,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/11).
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menambahkan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah dugaan ketidaksesuaian setelah pengungkapan modus pelanggaran ekspor terbaru. Beberapa di antaranya meliputi praktik under-invoicing dan penggunaan faktur pajak Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS) atau faktur fiktif.
Bimo mengimbau para pelaku usaha untuk segera melakukan pembenahan secara sukarela sebelum DJP mengambil langkah penegakan hukum. Ia menegaskan komitmen DJP untuk memperkuat tata kelola industri sawit agar lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan demikian, industri ini diharapkan mampu mempertahankan daya saing di pasar global.
Kementerian Keuangan terus mendorong sinergi antarlembaga untuk memberantas praktik kecurangan di sektor kelapa sawit. Operasi gabungan dengan Polri menjadi bukti nyata komitmen tersebut. DJP juga akan memanfaatkan data dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
Studi kasus: Operasi gabungan Kemenkeu-Polri berhasil mengungkap penyelundupan produk turunan CPO pada awal November 2025. Modus ini melibatkan underinvoicing dan faktur fiktif. Dalam waktu singkat, DJP berhasil mengidentifikasi sejumlah pihak yang terindikasi terlibat. Operasi ini menjadi contoh nyata pentingnya kerja sama antarlembaga dalam memberantas kecurangan di sektor strategis.
Infografis: Data DJP menunjukkan tren peningkatan temuan ketidaksesuaian di sektor kelapa sawit sejak 2020. Underinvoicing masih menjadi modus utama, diikuti penggunaan faktur fiktif. DJP mencatat, nilai potensi kerugian negara akibat praktik ini mencapai triliunan rupiah setiap tahun.
Data riset terbaru: Sebuah studi independen yang dirilis November 2025 mengungkapkan bahwa transparansi di sektor kelapa sawit Indonesia masih perlu ditingkatkan. Studi ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi blockchain untuk mencatat setiap transaksi, mulai dari perkebunan hingga ekspor. Dengan demikian, setiap alur distribusi dapat dipantau secara real-time, sehingga mempersempit ruang gerak praktik curang.
Kepatuhan perpajakan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa. Industri kelapa sawit memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi global. Dengan kolaborasi dan transparansi, sektor ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari wujudkan tata kelola industri yang sehat dan kompetitif.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.