Putin Sampaikan Belasungkawa kepada Prabowo atas Bencana di Sumatera

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan duka mendalam kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto atas musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera. Dalam sebuah pernyataan, Putin menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada kepala negara Indonesia, menekankan rasa empati terhadap para korban dan keluarga yang kehilangan anggota tercinta.

Dalam suratnya, Putin menggunakan kata-kata yang penuh hormat dan simpati. “Yang Terhormat Bapak Presiden, terimalah ungkapan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya banyak korban jiwa serta kerusakan besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera,” demikian kutipan pernyataan Putin yang diunggah melalui akun Instagram @rusemb_indonesia pada hari Minggu, 30 November 2025.

Pemimpin Rusia itu juga menyampaikan bahwa negaranya turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga Indonesia. “Rusia turut berduka bersama mereka yang kehilangan keluarga dan kerabat dalam bencana alam ini,” lanjutnya. Putin menambahkan harapan agar wilayah-wilayah yang terdampak bisa segera kembali normal, aman, dan pulih dari segala kerusakan.

BNPB mencatat korban jiwa akibat banjir dan longsor di tiga provinsi terus bertambah. Hingga saat ini, total korban meninggal mencapai 316 orang, tersebar di Sumatera Utara 172 orang, Aceh 54 orang, serta Sumatera Barat 90 orang. Selain korban meninggal, masih terdapat ratusan orang yang dinyatakan hilang, dengan rincian 147 orang di Sumatera Utara, 87 orang di Sumatera Barat, dan 55 orang di Aceh.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa upaya penanganan darurat terus dipercepat. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal resmi BNPB, Suharyanto meminta agar pelayanan dasar seperti listrik dan air bersih segera dipulihkan, khususnya di daerah-daerah terisolasi yang sangat membutuhkan bantuan.

Saat ini, meskipun sebagian besar jaringan listrik dan air mulai pulih, masih banyak wilayah yang belum mendapatkan layanan tersebut. Untuk itu, pihak PLN telah menerjunkan personel ke berbagai lokasi terdampak, namun Suharyanto meminta percepatan lebih lanjut agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas normal.

Data terbaru menunjukkan bahwa selain korban jiwa, ribuan warga juga mengungsi akibat rusaknya rumah dan infrastruktur. Bantuan logistik, medis, dan psikologis terus didistribusikan oleh berbagai lembaga pemerintah dan relawan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir.

Dalam konteks ini, solidaritas internasional seperti yang disampaikan Putin menjadi penting. Dukungan moral dari negara sahabat seperti Rusia diharapkan dapat memberikan semangat bagi para korban dan masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka pasca bencana.

Studi kasus musibah di Sumatera ini menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana. Infografis terbaru dari BMKG menunjukkan peningkatan curah hujan ekstrem di wilayah barat Indonesia, yang berpotensi memicu banjir dan longsor. Analisis riset terbaru juga menyebutkan bahwa kerusakan hutan dan perubahan tata guna lahan turut memperparah dampak bencana hidrometeorologi.

Dengan semangat persatuan dan dukungan dari dalam maupun luar negeri, Indonesia diharapkan mampu bangkit lebih kuat. Mari bersama-sama mendoakan para korban, membantu sesama yang terdampak, dan belajar dari setiap musibah demi membangun ketahanan bangsa yang lebih baik di masa depan. Kita tidak bisa menghindari bencana, tetapi kita bisa memilih untuk tetap tegar dan saling menguatkan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan