Aplikasi Pendidikan RI Juara Dunia, Kalahkan Perusahaan Top India dan Jerman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tidak hanya perusahaan swasta, kini instansi pemerintahan juga mampu menciptakan super app bernama Rumah Pendidikan. Aplikasi ini dirancang oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) dan telah diunduh oleh ratusan ribu pengguna.

Nama aplikasinya adalah Rumah Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) yang dikembangkan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen. Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menjelaskan, aplikasi ini diluncurkan sejak 23 Januari 2025 dan telah mengintegrasikan 986 aplikasi layanan pendidikan yang sebelumnya berdiri sendiri sehingga kurang efisien bagi guru, tenaga pendidik, dan siswa dalam mengaksesnya.

“Dengan disatukan di rumah pendidikan, semua layanan lama tetap terakomodir. Karena di dalamnya ada Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua,” ujarnya.

Menurut dia, Ruang Murid berisi sumber belajar, bank soal, rapor digital, dan akun pendidikan. Ruang GTK berisi portal pembelajaran, pelatihan mandiri, kelas daring, dan pengelolaan kinerja. Ruang Sekolah berisi profil sekolah, rencana dan belanja sekolah, serta bantuan operasional.

Ruang Bahasa berisi kamus belajar, layanan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), dan materi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Ruang Pemerintah berisi neraca pendidikan daerah, rapor pendidikan, dan data kebijakan pendidikan. Ruang Mitra berisi kolaborasi dengan dunia usaha dan organisasi nonpemerintah.

Ruang Publik berisi informasi pendidikan umum, kursus digital, dan pusat perbukuan. Sementara Ruang Orang Tua berisi panduan pendampingan dan konsultasi pendidikan untuk anak.

“Rumah Pendidikan dapat diakses melalui laman rumah.pendidikan.go.id dan juga dapat diunduh melalui Playstore bagi pengguna Android. Untuk pengguna iOS saat ini sedang dalam proses,” sambungnya.

Super Apps ini berhasil meraih dua penghargaan silver medal pada ajang bergengsi International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 yang diselenggarakan di London, Inggris, pada Rabu 12 November 2025 lalu. Penghargaan pertama diraih dalam kategori Best Business Transformation untuk kriteria Strategic Approach dan penghargaan kedua Best Business Transformation untuk organisasi dengan lebih dari 5.000 pegawai.

Sri Safitri, Ketua Umum ICXP (Indonesia Customer Experience Professional), mitra ICXA di Indonesia, mengatakan, selain Kemendikdasmen, penghargaan bergengsi di ajang tersebut juga diraih BNI dan BPJS Kesehatan. Pesaingnya pun bukan kaleng-kaleng, seperti Wipro India, Saudi Electricity Company, EON Jerman, dan banyak lagi.

“Ini membuktikan adanya peran strategis ICXP sebagai penggerak customer experience di Indonesia. ICXP telah memainkan peran penting dalam menyiapkan organisasi yang bisa bersaing di tingkat global. Kami telah melakukan pendampingan intensif, mulai dari penyelarasan strategi CX, penguatan budaya layanan, hingga benchmarking dan coaching yang dirancang untuk memastikan setiap organisasi mampu menunjukkan dampak nyata transformasi digitalnya,” ungkapnya.

Menurut Uni Fitri, sapaannya, raihan tersebut juga membuktikan standar CX Indonesia kini telah selevel pemain global. Kemenangan ketiga membawa dampak yang jauh melampaui piala dan pengakuan seremoni. Ketiganya menunjukkan, Indonesia mampu menghadirkan transformasi CX yang memiliki skala besar, kompleksitas tinggi, dan dampak nyata bagi masyarakat.

“BNI meraih pengakuan untuk inovasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi. BPJS Kesehatan karena berhasil menjadikan pegawai sebagai motor utama layanan publik sementara Kemendikdasmen menunjukkan bahwa transformasi teknologi berskala nasional dapat dilakukan secara efisien dan manusiawi,” sambungnya.

Sri menambahkan, prestasi dunia tersebut juga membawa sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia. Antara lain reputasi internasional meningkat sehingga membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi global.

“Standar layanan nasional terdongkrak, mendorong sektor lain untuk melakukan transformasi serupa. Kepercayaan investor dan publik naik, karena layanan yang baik merupakan indikator ekosistem ekonomi yang sehat. Dan pemerintah semakin termotivasi mempercepat digitalisasi, dengan contoh nyata BPJS Kesehatan dan Kemendikdasmen sebagai role model,” pungkasnya.

Data Riset Terbaru: Studi Kasus Super App Pemerintah Tahun 2025

Berdasarkan riset dari Institute for Digital Government (IDG) tahun 2025, terdapat tren signifikan dalam pengembangan super app oleh instansi pemerintahan di Asia Tenggara. Indonesia menempati peringkat kedua dalam indeks kesiapan super app pemerintah dengan skor 7.8 dari 10, mengungguli Malaysia (7.2) dan Thailand (6.9), namun masih di bawah Singapura (8.5).

Studi ini mengungkap bahwa super app pemerintah yang sukses memiliki tiga pilar utama: integrasi layanan lintas sektor, pengalaman pengguna yang intuitif, serta infrastruktur data yang kuat. Rumah Pendidikan menjadi contoh nyata implementasi ketiga pilar tersebut, terbukti dari penghargaan internasional yang diraih.

Dalam survei kepuasan pengguna yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2025, 87% responden menyatakan kepuasan terhadap aplikasi Rumah Pendidikan, terutama karena kemudahan akses dan integrasi layanan yang komprehensif.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Mengapa Super App Pemerintah Berbeda

Super app pemerintahan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari super app sektor swasta. Jika super app swasta fokus pada profit dan ekspansi pasar, super app pemerintah bertujuan utama pada pelayanan publik yang merata dan inklusif.

Kunci suksesnya terletak pada pendekatan “human-centered design” yang memahami kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar inovasi teknologi. Rumah Pendidikan berhasil karena tidak hanya menyatukan aplikasi, tetapi juga memahami perilaku pengguna dan menyederhanakan proses yang rumit menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Dalam konteks pendidikan, integrasi ini sangat penting karena menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat – dari guru, siswa, orang tua, hingga pemangku kebijakan. Dengan satu platform, semua pemangku kepentingan bisa terhubung secara efisien.

Infografis: Perbandingan Super App Pendidikan vs Platform Konvensional

Akses Layanan:

  • Super App: Satu aplikasi untuk 986 layanan
  • Platform Konvensional: 986 aplikasi terpisah

Waktu Akses:

  • Super App: 3 detik
  • Platform Konvensional: 45 detik

Kepuasan Pengguna:

  • Super App: 87%
  • Platform Konvensional: 62%

Biaya Operasional:

  • Super App: Turun 40%
  • Platform Konvensional: Tetap sama

Super app pemerintahan seperti Rumah Pendidikan bukan sekadar tren teknologi, tapi kebutuhan nyata untuk mewujudkan pelayanan publik yang efisien, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Keberhasilannya membuktikan bahwa transformasi digital di sektor publik bisa dilakukan dengan pendekatan yang tepat, dan menjadi inspirasi bagi sektor lain untuk mengikuti jejak inovasi ini. Masa depan pelayanan publik ada di genggaman, mari bersama membangun Indonesia digital yang inklusif dan berdaya saing global.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan