Wagub Rano Lepas Bantuan ke Sumatera, Tegaskan Kesiapan Jakarta Jika Dibutuhkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Rano menegaskan kesiapan Jakarta memberikan dukungan lanjutan jika diminta oleh pemerintah pusat atau daerah terkena dampak. Menurutnya, Jakarta siap memberikan bantuan selanjutnya. Ia juga menambahkan bahwa masa pasca bencana jauh lebih berat dibanding masa tanggap darurat.

Rano mengatakan bahwa instruksi telah diterima dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mengkoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya bantuan ini. BUMD DKI, PMI, dan Baznas turut bergerak membantu masyarakat di wilayah terdampak. Semua elemen yang terlibat berkomitmen untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa TNI AL memberangkatkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Jakarta, yaitu KRI dr Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Ketiga kapal ini membawa logistik, alat berat, perahu karet, serta tenaga kesehatan menuju berbagai titik bencana seperti Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa. Upaya ini melengkapi pengerahan KRI dr. Radjiman dari Surabaya dan KRI Sutedi Senoputra dari Belawan yang sebelumnya telah diberangkatkan ke Aceh.

Selain kapal, TNI AL juga mengerahkan lima helikopter, termasuk Heli Panther, untuk mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Helikopter dan kapal ditargetkan mencapai wilayah dengan kerusakan paling parah, seperti Aceh, Sibolga, dan Nias. Di Nias, misalnya, akses darat yang terputus membuat distribusi logistik menjadi sangat terbatas, sehingga peran KRI sangat krusial.

Jakarta menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan kemanusiaan pasca bencana. Kolaborasi antara Pemprov DKI, TNI AL, dan lembaga kemanusiaan menjadi bukti nyata sinergi yang efektif. Kehadiran kapal dan helikopter mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan mempercepat proses pemulihan. Dukungan moril dan material harus terus mengalir demi membangun kembali kehidupan di daerah bencana. Solidaritas nasional menjadi kunci dalam menghadapi ujian ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan