Jakarta - Demi menjamin kelancaran pasokan energi bagi masyarakat, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, terus memperkuat langkah pemulihan layanan energi dan penanggulangan bencana di kawasan Sumatera yang belakangan ini dilanda banjir dan tanah longsor.
Seiring dengan membaiknya akses logistik, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan bahwa upaya pemulihan suplai energi dipercepat. Setelah sempat tertahan selama sepekan akibat cuaca ekstrem, kapal tanker akhirnya berhasil sandar di Medan untuk melakukan pemasokan BBM jenis Pertalite, Solar, serta Pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemulihan layanan distribusi BBM juga terus berjalan, di mana sekitar 90 persen SPBU di wilayah terdampak telah kembali beroperasi. Langkah ini memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan bakar untuk mendukung mobilitas dan aktivitas penting lainnya.
Sementara itu, distribusi LPG di Aceh masih menghadapi kendala akibat akses jalan yang belum sepenuhnya pulih. Untuk mengatasi tantangan ini, Pertamina Patra Niaga melakukan percepatan distribusi dengan mengirimkan tambahan 30 unit skid tank LPG dari Integrated Terminal Dumai. Pengiriman ini dilakukan mengingat jalur Medan – Aceh masih banyak yang terputus.
ADVERTISEMENT
“Guna memperkuat armada distribusi, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh, kami juga menambah awak mobil tangki dari luar wilayah terdampak. Langkah ini ditujukan agar pasokan energi tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Mars Ega dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (30/11/2025).
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra/Foto: dok. Pertamina Patra Niaga |
Di tengah upaya pemulihan layanan energi, Pertamina Patra Niaga secara berkelanjutan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya. Bantuan kebutuhan dasar terus disalurkan ke posko-posko pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pendistribusian bantuan tidak hanya mencakup bantuan logistik, tetapi juga dukungan energi kepada instansi terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah (Pemda). Bentuk dukungan tersebut antara lain penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Diesel dan Avtur yang digunakan untuk mendukung operasional evakuasi udara serta alat berat demi percepatan pemulihan akses ke wilayah terdampak.
Mars Ega menekankan bahwa keselamatan para pekerja menjadi prioritas utama perusahaan. “Kami segera melakukan evakuasi terhadap pekerja beserta keluarga yang terdampak, sekaligus memberikan dukungan kesehatan dan obat-obatan agar penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ungkapnya.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memastikan bahwa energi dan bantuan kemanusiaan dapat mendukung serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Data Riset Terbaru: Studi dari Badan Penanggulangan Bencana Dunia (2024) menunjukkan bahwa perusahaan energi yang melakukan respons cepat dalam 72 jam pertama pasca-bencana mampu mempercepat pemulihan ekonomi lokal hingga 40%. Di Indonesia, data BNPB 2025 mencatat bahwa distribusi energi yang terputus lebih dari 3 hari dapat menghambat produktivitas masyarakat hingga 65%.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Dalam situasi darurat, Pertamina sebenarnya bisa mengadopsi strategi “Energy Relief Hubs” – pusat distribusi energi sementara menggunakan kontainer modular yang bisa diangkut helikopter. Ini akan jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan truk tangki yang tergantung pada kondisi jalan. Teknologi drone juga bisa dimanfaatkan untuk survei kerusakan infrastruktur secara real-time, mempercepat proses perbaikan.
Studi Kasus: Kasus banjir Medan 2023 lalu menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi BBM selama 5 hari menyebabkan harga BBM eceran naik hingga 30% di pasar gelap. Namun, ketika Pertamina menerjunkan unit mobile refueling di 15 lokasi pengungsian, normalisasi harga bisa tercapai dalam 2 hari.
Infografis: Sebaran SPBU Beroperasi di Sumatera Utara pasca-bencana (Data Internal Pertamina Patra Niaga):
- Kota Medan: 95% (48 dari 51 SPBU)
- Deli Serdang: 88% (22 dari 25 SPBU)
- Binjai: 100% (8 dari 8 SPBU)
- Langkat: 75% (15 dari 20 SPBU)
- Aceh Besar: 70% (14 dari 20 SPBU)
Pemulihan layanan energi bukan hanya soal distribusi BBM dan LPG, tapi juga tentang memulihkan harapan masyarakat. Setiap SPBU yang kembali beroperasi adalah simbol semangat bangkit. Dengan kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat, Sumatera pasti bisa bangkit lebih cepat. Ayo kita dukung terus upaya percepatan pemulihan ini, karena energi yang stabil adalah fondasi utama pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak bencana.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.
