Kementerian PUPR Kirim Bantuan Alat Berat Tangani Banjir dan Longsor di Sumatera

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyalurkan bantuan bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera. Bantuan tersebut meliputi sembako dan dukungan lainnya dengan nilai total sekitar Rp 1 miliar.

Dody Hanggodo, Menteri PU, menjelaskan bahwa jumlah bantuan yang berhasil terkumpul mencapai Rp 924 juta. Dana tersebut akan didistribusikan ke tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Bantuan ini juga ditambah dengan kontribusi dari Dharma Wanita PU, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Kondisi jalan di wilayah terdampak menjadi perhatian utama. Pemerintah terus berupaya membuka akses jalan yang terputus akibat bencana. Salah satu daerah paling parah adalah Sibolga, Sumatera Utara, yang hingga kini masih terisolasi. Kerusakan infrastruktur di wilayah ini sangat parah, sehingga proses perbaikan membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa mencapai satu minggu hingga sepuluh hari jika ditempuh dari Sumatera Utara.

Sebagai alternatif, pemerintah tengah mempertimbangkan pembukaan akses dari arah Aceh menuju Sibolga. Langkah ini dianggap lebih efisien mengingat banyaknya titik longsor di Sumatera Utara yang menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan. Keberhasilan pembukaan jalan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Di Aceh, Kota Takengon juga sempat mengalami isolasi akibat banjir. Namun, kini akses jalan menuju Takengon telah berhasil dibuka. Kementerian PU bahkan telah mengirimkan satu unit alat berat ke lokasi tersebut untuk membantu proses pemulihan. Meskipun demikian, akses jalan masih terbatas hanya untuk kendaraan kecil. Upaya terus dilakukan agar kendaraan berukuran lebih besar dapat melewati jalan tersebut.

Dalam penanganan bencana ini, Kementerian PU telah mengerahkan sebanyak 31 unit alat berat yang ditempatkan di berbagai satuan kerja. Rinciannya, Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I menurunkan 17 unit alat berat yang terdiri dari 2 loader, 4 excavator, 1 trado, dan 10 dump truck. PJN II menurunkan 4 unit alat berat yang terdiri dari 3 loader dan 1 backhoe loader. Sementara itu, PJN III menurunkan 10 unit alat berat yang terdiri dari 3 loader, 3 dump truck, 1 Esca, 1 grader, 1 crane, dan 1 pick up.

Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana dan memulihkan kondisi di wilayah terdampak. Dengan koordinasi yang intensif dan pengerahan sumber daya yang memadai, diharapkan akses jalan dapat segera terbuka dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Berdasarkan data riset terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga November 2025, wilayah Sumatera mengalami peningkatan curah hujan ekstrem sebesar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menjadi faktor utama terjadinya banjir dan longsor. Studi dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mencatat bahwa kerusakan infrastruktur jalan nasional di Sumatera mencapai 65% dari total kerusakan infrastruktur akibat bencana tahun ini.

Sebuah studi kasus dari penanganan bencana serupa di Jepang tahun 2024 menunjukkan bahwa penggunaan teknologi drone untuk pemetaan lokasi bencana dapat mempercepat proses evakuasi hingga 30%. Sementara itu, infografis yang dirilis oleh BNPB menunjukkan bahwa Sumatera Barat menjadi provinsi dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu mencapai 15.000 jiwa, diikuti oleh Sumatera Utara dengan 12.000 jiwa dan Aceh dengan 8.000 jiwa.

Semangat gotong royong dan kerja keras tim gabungan menjadi kunci utama dalam mengatasi musibah ini. Mari terus dukung upaya pemulihan dengan doa dan tindakan nyata. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan yang lebih tangguh. Bersama, kita pasti bisa melewati ujian ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan