Sulitnya Evakuasi Helikopter BNPB Menembus Desa Terisolasi Sumatera Utara untuk Kirim Bantuan Bencana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Helikopter BNPB Terbang Melintasi Awan Tebal demi Warga Sihaporas yang Terisolasi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Desa Sihaporas, Sumatra Utara, yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi. Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan helikopter, sebuah misi yang penuh tantangan dan membutuhkan keahlian tinggi dari tim pilot.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penerbangan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah komitmen kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Ia menekankan bahwa misi ini menjadi ujian nyata terhadap janji negara untuk hadir di tengah kesulitan rakyatnya.

Perjalanan helikopter tidak berlangsung mulus. Di ketinggian, pilot harus menghadapi rintangan cuaca ekstrem berupa gumpalan awan tebal yang menghalangi jalur penerbangan. Situasi ini memaksa pilot untuk mengandalkan keterampilan tingkat tinggi dalam mengendalikan helikopter, terutama saat visibilitas nyaris nol.

“Pilot veteran terpaksa beradu keahlian dengan visibilitas yang nyaris nol. Mereka harus memutar rotor ke segala arah, mencari celah sempit di antara massa uap air yang membeku,” ujar Abdul Muhari.

Setibanya di lokasi, tantangan baru muncul. Desa Sihaporas tidak memiliki helipad yang memadai. Tim pilot pun harus memilih lokasi pendaratan alternatif di samping sungai, dengan pertimbangan keselamatan warga sekitar. Penggunaan lapangan terbuka seperti halaman sekolah sengaja dihindari karena risiko kerusakan akibat hembusan baling-baling helikopter.

Bantuan yang terdiri dari makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya segera diturunkan dalam kotak-kotak berwarna jingga. Warga setempat turut membantu proses distribusi dengan bergotong royong memindahkan logistik ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Polda Sumatra Utara mencatat dampak luas dari bencana banjir dan tanah longsor di wilayahnya. Sebanyak 28.427 orang terpaksa mengungsi akibat musibah ini. Sebanyak 21 polres jajaran dilaporkan terdampak langsung oleh bencana.

Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Ferry, mengungkapkan bahwa wilayah Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah dengan dampak paling parah. Untuk penanganan darurat, sekitar 1.500 personel telah diterjunkan guna melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Dari segi korban jiwa, data terbaru menyebutkan 147 orang meninggal dunia, 722 orang mengalami luka-luka, dan 176 orang masih dinyatakan hilang. Angka-angka ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam.

Data Riset Terbaru: Studi dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa wilayah pesisir dan pegunungan di Sumatra bagian utara mengalami peningkatan risiko banjir bandang sebesar 37% dalam dekade terakhir akibat perubahan pola curah hujan dan degradasi hutan. Riset ini merekomendasikan penguatan early warning system berbasis komunitas dan optimalisasi teknologi drone untuk distribusi logistik darurat.

Studi Kasus: Operasi Bantuan Darurat di Sihaporas (November 2025) menjadi contoh nyata bagaimana koordinasi antara BNPB, TNI AU, dan kepolisian dapat menyelamatkan nyawa di tengah kondisi geografis yang sulit. Misi ini berhasil menjangkau 1.200 warga yang terisolasi selama lima hari tanpa akses ke pasokan makanan dan obat-obatan.

Infografis: Rute Penerbangan Helikopter BNPB dari Medan ke Sihaporas menunjukkan jarak tempuh 210 kilometer dengan waktu terbang 1,5 jam, melintasi kawasan hutan lindung Batang Gadis yang memiliki ketinggian mencapai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Ketika alam mengamuk, tekad manusia justru semakin bulat. Dari balik kabut tebal dan hempasan angin kencang, sebuah helikopter terus melaju membawa harapan. Setiap kotak bantuan yang turun bukan sekadar logistik, tapi pesan bahwa tidak ada yang ditinggalkan. Di tengah musibah, semangat gotong royong dan profesionalisme petugas menjadi cahaya yang menembus kegelapan. Teruslah percaya: dalam setiap langkah evakuasi, dalam setiap misi penyelamatan, Indonesia belajar menjadi lebih tangguh.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan