Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto. Ira keluar dari Rumah Tahanan Merah Putih KPK di Jakarta Selatan sekitar pukul 17.15 WIB pada hari Jumat, 28 November 2025. Dalam kesempatan syukuran di Jatiwarna, Kota Bekasi, pada hari berikutnya, Ira mengungkapkan betapa beratnya pengalaman menjalani malam-malam tergelap di balik jeruji besi.
“Selama ini saya kurang bersyukur. Hal-hal yang kita anggap biasa hari ini, sebaiknya disyukuri. Karena di dalam penjara, melewati malam-malam yang sangat kelam itu sungguh berat,” ujar Ira dengan penuh perasaan. Ia menjelaskan bahwa ruangan tahanan yang ditempatinya sangat gelap, tanpa jendela, berukuran sekitar 3×3 meter, dan harus ditempati sendirian selama tiga hari tanpa teman. “Dalam keadaan seperti itu, mau lari ke mana? Satu-satunya teman ngobrol ya hanya Tuhan,” katanya.
Meski sempat merasa kehilangan harapan karena merasa doa-doa untuk pembebasannya tidak segera dikabulkan, Ira kemudian menyadari bahwa jalan Tuhan tidak selalu seperti yang dibayangkan manusia. “Saya pernah berpikir, kok permohonan saya tidak segera dikabulkan? Tapi melalui proses ini, saya belajar jangan pernah mendikte Tuhan. Jalan yang diberikan Tuhan ternyata melalui Presiden dengan pemberian rehabilitasi ini,” tutur Ira dengan penuh syukur.
Selama berada di tahanan KPK, Ira mengakui mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari para petugas. Dua mantan direktur ASDP lainnya yang juga mendapat rehabilitasi, Harry Muhammad Adhi Caksono dan M Yusuf Hadi, memberikan kesaksian serupa. “Di KPK, kami tetap diperlakukan secara manusiawi. Hak-hak kami untuk beribadah, berolahraga, dan bersosialisasi diberikan dengan baik,” ujar Adhi.
Momen kebebasan Ira diawali dengan kejutan besar. Saat sedang menunggu azan magrib untuk berbuka puasa, tiba-tiba muncul breaking news di layar televisi yang memberitakan bahwa dirinya mendapatkan rehabilitasi dari Presiden. “Saya jadi tidak bisa makan karena tidak percaya. Rahmat Allah sedang diturunkan kepada kami melalui tangan Bapak Presiden,” kenang Ira.
Namun, kebebasan Ira tidak serta-merta menyelesaikan semua masalah. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, seluruh rekening bank miliknya, suami, dan anak-anaknya masih diblokir. “Uang yang saya bawa keluar dari penjara hanya Rp 1,2 juta,” ujarnya. Untungnya, ada teman-teman yang dengan ikhlas membantu, memberikan uang, minyak, mie, hingga telur. “Ternyata tanpa uang, saya masih bisa makan. Ini pelajaran berharga tentang arti persahabatan sejati,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ira juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mahkamah Agung, serta seluruh petugas KPK yang menjalankan tugas dengan profesional selama hampir 10 bulan dirinya ditahan.
Data Riset Terbaru dan Analisis Unik:
Berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2025, terdapat tren peningkatan pemberian rehabilitasi kepada terpidana korupsi yang menunjukkan komitmen sistem peradilan terhadap pemulihan hak-hak korban korupsi. Studi dari Transparency International menunjukkan bahwa pemulihan nama baik dan hak-hak sipil bagi mantan terpidana korupsi yang terbukti tidak bersalah atau mendapatkan rehabilitasi dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.
Studi Kasus:
Kasus Ira Puspadewi menjadi studi kasus menarik dalam konteks rehabilitasi pasca pidana korupsi. Sebagai perempuan karier yang pernah memimpin BUMN pelayaran terbesar di Indonesia, perjalanannya menunjukkan bagaimana sistem peradilan dapat memberikan ruang bagi pemulihan martabat dan hak-hak dasar warga negara.
Infografis Konsep:
-
Tahapan Proses Rehabilitasi:
- Putusan Pengadilan
- Permohonan Rehabilitasi
- Pertimbangan Presiden
- Keputusan Rehabilitasi
- Pemulihan Hak-Hak Sipil
- Pemulihan Nama Baik
-
Dampak Psikologis Terhadap Mantan Narapidana:
- Trauma sosial
- Stigma masyarakat
- Kesulitan ekonomi
- Gangguan kepercayaan diri
Kebebasan Ira Puspadewi bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga momentum penting bagi perbaikan sistem peradilan di Indonesia. Perjalanan hidupnya mengajarkan kita tentang pentingnya rasa syukur, ketahanan mental, dan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya selalu dijunjung tinggi. Bagi siapa pun yang sedang menghadapi ujian berat, ingatlah bahwa setelah malam yang gelap, fajar yang terang selalu datang. Jangan pernah menyerah dan teruslah percaya bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.