Jakarta – Detektif sedang mendalami kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Pelaku, seorang anak berkonflik dengan hukum (ABH), kini telah dipindahkan dari RS Polri ke sebuah rumah aman untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan rangkuman Thecuy.com pada Sabtu (29/11/2025), kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (17/11) saat sedang berlangsung khotbah salat Jumat. Insiden ini menyebabkan 96 orang menjadi korban.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa ABH saat ini berada di bawah pengawasan di rumah aman yang merupakan hasil kerja sama dengan berbagai instansi seperti Dinsos, KPAI, Bapas, UPT P3A, dan Apsifor.
Dikatakan bahwa ABH masih menerima penanganan psikologis. Dua siswa korban ledakan lainnya juga masih menjalani perawatan di RS Yasri dan RSCM.
Pemeriksaan terhadap ayah ABH telah dilakukan sebanyak dua kali, begitu pula dengan teman-teman sekolahnya. Hasilnya, ABH dikenal sebagai sosok yang pendiam. “ABH adalah anak yang pendiam,” ucap Kombes Budi Hermanto.
Penyidik menemukan bahwa sifat pendiam ABH bukanlah hal baru. Ia telah dikenal pendiam sejak kecil, namun semakin menarik diri dalam beberapa bulan terakhir. “Dia memang pendiam sejak kecil, tetapi beberapa bulan terakhir semakin menyendiri dan sibuk dengan kegiatannya sendiri,” jelas Budi.
Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya riwayat trauma akibat perundungan, Budi menyatakan bahwa hal ini baru bisa dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ABH. “Untuk trauma, kita perlu menilai dan mengkaji langsung dari ABH,” ujarnya.
Upaya penggalian informasi dari ABH dilakukan secara hati-hati. Polisi telah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk KPAI, Dinas Sosial DKI Jakarta, UPT P3A DKI Jakarta, APSIFOR, dokter medis dan psikis, serta pihak rumah aman. “Kami berkoordinasi untuk menentukan waktu yang paling tepat untuk menggali keterangan dari ABH,” kata Budi.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta mulai berjalan normal kembali. Proses trauma healing untuk para korban dan keluarga korban juga terus dilakukan oleh tim pendamping. “Tim trauma healing masih terus memberikan pendampingan,” tutur Budi.
Insiden ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari sisi penegakan hukum tetapi juga dari aspek kesehatan mental dan perlindungan anak. Pendekatan yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan upaya untuk menyelesaikan kasus ini secara komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat terus bekerja sama untuk memastikan keadilan ditegakkan, sekaligus memberikan dukungan yang memadai bagi para korban dan pelaku dalam proses pemulihan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mendukung proses penanganan kasus ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.