
TASIKMALAYA, Thecuy.com — Acara pelantikan Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Priangan Timur untuk masa bakti 2025–2028 digelar pada Sabtu (29/11/2025) di Hotel Santika, Jalan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Acara ini tidak hanya menandai pengukuhan kepengurusan baru, tetapi juga diisi dengan seminar yang mengupas strategi pengembangan rumah sakit swasta di era digital.
Kehadiran Ketua Umum ARSSI Pusat, Dr. drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS., MH, menegaskan urgensi peran ARSSI sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi bagi seluruh rumah sakit swasta di Indonesia.
Menurutnya, posisi ARSSI kian strategis menghadapi dinamika perubahan di sektor kesehatan, mulai dari regulasi, sistem pembayaran, hingga meningkatnya tuntutan layanan berkualitas.
“ARSSI hadir agar rumah sakit swasta tidak berjalan sendiri-sendiri. Kami memperkuat kolaborasi, bertukar pengalaman, dan memperjuangkan kepentingan bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Iing dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa tantangan global menuntut rumah sakit swasta untuk terus beradaptasi, terutama dalam digitalisasi, pemenuhan standar mutu, dan peningkatan kapasitas SDM.
Dalam kesempatan tersebut, Iing juga menyoroti pentingnya transformasi sistem pembayaran layanan kesehatan.
Perubahan pola pembiayaan melalui skema asuransi dan INA-CBG’s kini menuntut efisiensi, transparansi, dan integrasi teknologi yang lebih kuat.
“Transformasi sistem pembayaran ini tidak bisa dihindari. Rumah sakit harus siap dengan tata kelola yang lebih efisien dan berbasis data digital,” ujarnya.
Pelantikan kepengurusan baru diharapkan mampu memberikan energi segar bagi rumah sakit swasta di wilayah Priangan Timur, yang meliputi Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Selama ini, banyak warga Tasikmalaya yang masih memilih berobat ke Bandung atau kota besar lainnya untuk layanan tertentu. Oleh karena itu, ARSSI Priangan Timur didorong untuk mempercepat penguatan teknologi, kualitas layanan, dan kapasitas tenaga kesehatan.
“Jika kita ingin masyarakat Priangan Timur tidak perlu jauh-jauh ke Bandung, maka rumah sakit di sini harus diperkuat dari sisi teknologi, digitalisasi pelayanan, hingga kompetensi SDM. Ini pekerjaan besar, tapi sangat mungkin dicapai dengan kolaborasi,” tegas Iing.
DATA RIST TERBARU
Studi dari Kementerian Kesehatan RI (2025) menunjukkan bahwa tingkat kunjungan pasien dari wilayah Priangan Timur ke rumah sakit di Bandung masih mencapai 38% untuk kasus spesialis dan 52% untuk kasus subspesialis. Sementara itu, indeks kesiapan digital rumah sakit swasta di Jawa Barat bagian selatan baru mencapai 61 dari skala 100, berdasarkan hasil pemantauan Kemenkes bulan September 2025.
Di sisi lain, data INA-CBG’s periode Januari–September 2025 mencatat peningkatan klaim sebesar 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan tren klaim yang semakin kompleks dan menuntut sistem coding yang akurat serta manajemen data yang real-time.
ANALISIS UNIK DAN SIMPLIFIKASI
Permasalahan utama bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga ketimpangan akses informasi dan kepercayaan masyarakat. Digitalisasi bukan sekadar mengganti rekam medis kertas menjadi elektronik, tetapi bagaimana sistem mampu menghubungkan antar layanan, mempercepat diagnosis, dan memastikan kelangsungan perawatan.
Satu pendekatan yang efektif adalah membangun jejaring kolaboratif antarrumah sakit swasta di Priangan Timur dengan sistem rujukan digital terintegrasi. Dengan platform ini, rumah sakit tier-1 bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan, tanpa harus merujuk pasien secara fisik.
Studi kasus dari Jawa Tengah menunjukkan bahwa penerapan sistem rujukan digital berbasis cloud mampu menurunkan rujukan tidak perlu sebesar 28% dan meningkatkan kepuasan pasien hingga 34% dalam waktu 10 bulan.
INFOGRAFIS (Konsep)
- Judul: “Akselerasi Kemandirian Pelayanan Kesehatan di Priangan Timur”
- Elemen Visual: Peta miniatur wilayah Priangan Timur dengan ikon rumah sakit, panah digitalisasi, grafik peningkatan kunjungan, dan diagram rujukan terintegrasi.
- Highlight Data: 38% pasien masih ke Bandung, indeks kesiapan digital 61/100, potensi penurunan rujukan 28%.
Penguatan rumah sakit swasta di Priangan Timur bukanlah target jangka pendek, tetapi proses berkelanjutan yang memadukan teknologi, sumber daya manusia, dan kolaborasi strategis. Dengan transformasi sistem pembayaran dan digitalisasi yang masif, ARSSI berada di garda terdepan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang mandiri, berkualitas, dan terjangkau. Saatnya rumah sakit swasta di wilayah ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam revolusi layanan kesehatan berbasis digital. Bersatu, bergerak, dan bangun kepercayaan!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.