Ibunda dari penyanyi papan atas Indonesia, Raisa Andriana, Ria Mariaty, berpulang setelah melalui perjuangan panjang melawan kanker paru-paru. Dalam unggahan di Instagram Stories, Rinaldi Nur Pratama, kakak Raisa, mengungkapkan bahwa ibunda mereka pertama kali didiagnosis mengidap penyakit TBC pada Oktober 2024, setelah mengalami batuk berkepanjangan selama satu buluh. Kondisi ini membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama dua minggu penuh.
Dokter spesialis paru dan dokter penyakit dalam yang menangani Ria Mariaty saat itu memutuskan diagnosis tuberkulosis setelah pemeriksaan menyeluruh. Namun, setelah kembali ke rumah, efek samping obat TBC membuatnya menderita mual hebat, muntah, serta pusing yang tak tertahankan. Tiga hari berselang, kondisinya memburuk hingga harus kembali dirawat di rumah sakit.
Pada masa rawat inap kedua itulah tim medis melakukan pemeriksaan PET scan untuk mendeteksi kemungkinan adanya sel kanker. Hasilnya mengejutkan: Ria Mariaty didiagnosis menderita kanker paru stadium 4 yang sudah menyebar ke beberapa tulang. Padahal, sebelumnya pada Mei 2024, ia sempat menjalani skrining kanker secara komprehensif dan tidak ditemukan satu pun tanda kanker.
Rinaldi menuliskan bahwa kabar tersebut begitu menghancurkan bagi keluarga. Namun, di tengah ujian berat ini, sang ibu justru menunjukkan keteguhan hati dan semangat yang luar biasa. Senyum hangatnya tetap hadir di tengah sakit, menjadi penyemangat bagi seluruh anggota keluarga. “Ibu tetap menyapa kami dengan senyum hangatnya, yang langsung membangkitkan semangat kami,” tulis Rinaldi pada 29 Januari 2025, yang dikutip detikHealth dari unggahannya.
Perlahan, perjuangan mulai membuahkan hasil. Pada Maret 2025, respons tubuh terhadap kemoterapi menunjukkan perkembangan positif. Volume tumor berkurang dan kondisi pasien membaik. Puncaknya, pada 11 September 2025, hasil PET scan menunjukkan banyak sel kanker yang sudah tidak aktif, hanya tersisa sedikit yang masih hidup.
Namun, perjuangan belum usai. Beberapa hari setelah hasil membaik tersebut, Ria kembali merasakan sesak napas. Pemeriksaan darah menunjukkan sejumlah parameter yang perlu segera diperbaiki. Pada 22 September, ia harus kembali dirawat di HCU dan menjalani radioterapi pada 27 September. Dalam unggahannya, Rinaldi menyatakan bahwa inilah pertarungan terbesar yang pernah dilihatnya selama 38 tahun hidup bersama sang ibu. “Ibu gamau kalah, ibu mau menang,” tulisnya, sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendoakan kesembuhan ibundanya.
Studi kasus ini menggambarkan betapa kompleksnya deteksi dini kanker paru, terutama ketika gejalanya mirip dengan penyakit pernapasan lain seperti TBC. Menurut data riset terbaru dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2024, kanker paru tetap menjadi penyebab kematian kanker paling tinggi di dunia, dengan angka kesintasan 5 tahun hanya sekitar 20% untuk stadium lanjut. Di Indonesia, kanker paru menempati peringkat tiga besar insidensi kanker, dengan faktor risiko utama seperti merokok, polusi udara, dan infeksi TBC yang tidak ditangani tuntas.
Infografis kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI (2024) menunjukkan bahwa pasien TBC memiliki risiko 1,5 hingga 2 kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan kanker paru, terutama jika riwayat infeksi paru bersifat kronis. Hal ini menegaskan pentingnya pemantauan jangka panjang bagi mantan penderita TBC, meskipun sudah dinyatakan sembuh.
Kisah perjuangan Ria Mariaty menjadi pengingat bahwa semangat dan dukungan keluarga adalah kekuatan tak terlihat dalam melawan penyakit. Di balik kesedihan, ada pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan terhadap gejala kesehatan yang berkepanjangan, serta perlunya skrining berkala yang lebih sensitif. Jangan abaikan batuk yang tak kunjung sembuh—bisa jadi itu suara tubuh yang meminta pertolongan. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan utamakan pemeriksaan dini. Hidup terlalu berharga untuk ditunda.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.