Kronologi Kecelakaan Maut Melibatkan 13 Kendaraan di Karawang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kecelakaan maut yang melibatkan belasan kendaraan terjadi di persimpangan lampu merah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peristiwa nahas ini mengakibatkan dua korban jiwa dan melibatkan 13 unit kendaraan dalam deretan tabrakan berantai. Menurut keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, insiden bermula saat sebuah truk wing box dengan nomor polisi D-9326-YU yang datang dari arah Cikampek menuju Karawang tidak mampu menghentikan lajunya saat mendekati lampu merah.

Saat itu, sejumlah kendaraan sedang berhenti menunggu lampu hijau. Truk yang kehilangan kendali langsung menghantam bagian belakang rangkaian kendaraan yang terparkir. Kendaraan pertama yang terkena dampak adalah mobil Daihatsu Ayla yang berada di posisi paling belakang. Dorongan hebat dari truk berbobot besar dan masih melaju kencang membuat mobil tersebut terlempar ke depan, lalu menabrak kendaraan lain secara berantai.

Tabrakan berantai ini semakin meluas dan melibatkan berbagai jenis kendaraan yang sedang terhenti di depannya. Mulai dari Daihatsu Xenia, Daihatsu Gran Max, angkutan kota (angkot), light truck, hingga enam sepeda motor ikut terlibat dalam kecelakaan mengerikan tersebut. Gaya benturan yang sangat kuat menyebabkan kerusakan parah pada seluruh kendaraan yang terlibat.

Pihak Satlantas Polres Karawang mencatat total kerusakan mencapai 13 unit kendaraan, mencakup sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, dan kendaraan niaga. Evakuasi dan penanganan lokasi kejadian langsung dilakukan oleh petugas kepolisian setempat untuk mengurai kemacetan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Data riset terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (2024) menunjukkan bahwa 68% kecelakaan lalu lintas di jalan arteri disebabkan oleh faktor human error, terutama rem blong dan kelelahan pengemudi. Studi dari Universitas Gadjah Mada (2023) juga mencatat bahwa truk dengan muatan berat memiliki risiko 3,2 kali lipat lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman di area perempatan dibanding kendaraan ringan.

Sebuah studi kasus dari Jepang (2022) memperlihatkan bahwa penerapan sensor deteksi kecepatan dan peringatan dini di persimpangan mampu menurunkan angka kecelakaan beruntun hingga 45%. Di Indonesia, uji coba smart traffic light di sejumlah kota mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurangi insiden tabrakan berantai.

Kecelakaan ini menjadi pengingat betapa pentingnya kedisiplinan berkendara, perawatan kendaraan yang rutin, serta infrastruktur jalan yang responsif. Nyawa taruhannya—satu detik saja kurang waspada, bisa berujung pada tragedi yang tak terbayangkan. Mari tingkatkan kewaspadaan, utamakan keselamatan, dan jadikan jalan raya sebagai ruang aman bagi semua pengguna.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan