Mobil Tabrak Pohon dan Terbalik di Jakpus Saat Menghindari Pejalan Kaki

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa ini dipicu ketika pengemudi berusaha menghindari seorang pejalan kaki yang sedang berusaha menyeberang jalan. Rekaman video yang beredar menunjukkan mobil tersebut terguling hingga terbalik, memicu respons cepat warga sekitar yang bahu-membahu mendorong kendaraan agar tidak menghalangi arus lalu lintas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, membenarkan kejadian tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Pengemudi mobil, seorang pria berinisial A (29) yang berasal dari Kabupaten Bogor, diketahui sedang melaju dari arah Selatan menuju Utara. Diduga karena kaget melihat penyeberang jalan, A langsung membanting setir ke kiri hingga kendaraan oleng dan menabrak pohon yang berada di sisi jalan.

Susatyo menekankan pentingnya kesadaran berlalu lintas, baik bagi pengemudi maupun pejalan kaki. Ia mengingatkan agar pejalan kaki selalu berhenti sejenak, memperhatikan kondisi jalan dari kanan ke kiri sebelum menyeberang, serta memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang telah disediakan. Bagi pengemudi, antisipasi terhadap pergerakan orang di sekitar jalan dan menjaga kecepatan yang aman menjadi kunci utama keselamatan bersama.

Meskipun mobil mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan, kaca depan dan belakang, serta sisi kiri kendaraan, Syastoyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi juga dalam kondisi selamat tanpa luka serius.

Penanganan awal telah dilakukan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat di bawah komando Kasat Lantas, Kompol Arry Setyo Utomo. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi fisik pengemudi, serta mengumpulkan barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Meskipun tidak ada korban jiwa, proses investigasi tetap dilakukan guna mengetahui secara pasti faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Studi kasus serupa dari data riset terbaru Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (2024) menunjukkan bahwa 37% kecelakaan di kawasan perkotaan dipicu oleh manuver menghindari pejalan kaki, terutama di jalan tanpa zebra cross. Infografis dari Kementerian Perhubungan juga mencatat peningkatan 12% kecelakaan tunggal di Jakarta selama periode Januari–Oktober 2025 dibanding tahun sebelumnya, dengan dominasi penyebab utama adalah faktor human error dan kurangnya perhatian terhadap rambu penyeberangan.

Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab pengemudi, tetapi juga bagian dari kesadaran kolektif setiap pengguna jalan. Mari jadikan disiplin berlalu lintas sebagai budaya, karena setiap detik kita di jalan adalah kesempatan untuk membuat pilihan yang bijak—pilihan yang bisa menyelamatkan nyawa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan