BMKG Peringatkan Aceh, Sumut, dan Sumbar Waspada Hujan Lebat 29-30 November

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah Indonesia untuk tanggal 29 dan 30 November. Prediksi menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, dengan status peringatan berada pada level Waspada.

Dalam dokumen ringkasan cuaca yang dirilis BMKG pada Sabtu (29/11/2025), terdapat tiga tingkatan kewaspadaan: Waspada, Siaga, dan Awas. Status Waspada menggambarkan kondisi hujan sedang hingga lebat, Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, sementara Awas digunakan jika terjadi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Untuk tanggal 29 November, wilayah yang masuk dalam kategori Waspada meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, level Siaga meliputi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Tidak ada wilayah yang masuk level Awas.

Memasuki 30 November, sejumlah provinsi tetap berada di level Waspada, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan. Level Siaga meliputi Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan. Sama seperti sebelumnya, tidak ada daerah yang masuk kategori Awas.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai korban bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total korban meninggal mencapai 174 orang dengan 79 orang masih dinyatakan hilang. Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, melaporkan bahwa korban tewas di Aceh berjumlah 116 orang dan 42 orang masih dalam proses pencarian.

“Per hari ini, sore ini, kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara korban meninggal ada 116 jiwa kemudian 42 jiwa masih dalam pencarian,” ucap Suharyanto dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/11). Di Sumatera Barat, tercatat 23 korban meninggal dan 12 orang masih hilang. Sementara di Sumatera Utara, jumlah korban tewas mencapai 35 orang dengan 25 orang lainnya masih belum ditemukan.

Studi kasus dari kejadian ini menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini yang akurat dan respons cepat dari instansi terkait. Data dari Universitas Gadjah Mada (2023) mengungkapkan bahwa daerah dengan sistem peringatan dini yang terintegrasi mampu mengurangi risiko korban hingga 40%. Infografis dari BMKG menunjukkan pola curah hujan ekstrem yang semakin sering terjadi selama November-Maret, periode puncak musim hujan di Indonesia.

Kondisi cuaca ekstrem ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Dengan perubahan iklim yang semakin nyata, kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama. Mari tingkatkan kewaspadaan, patuhi imbauan dari otoritas berwenang, dan siapkan rencana evakuasi keluarga. Nyawa jauh lebih berharga daripada menunda kesiapan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan