Mengapa Poco Pad X1 dan M1 di Indonesia Lebih Murah dibanding Harga Global?

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Peluncuran Poco Pad X1 dan M1 di Indonesia mencuri perhatian. Kedua perangkat ini dilepas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan banderol globalnya. Fenomena ini mengundang pertanyaan, bagaimana bisa harga di Tanah Air lebih murah?

Menjawab hal itu, Satryo Sidhi Rachmat, Product Marketing Manager Poco Indonesia, menekankan komitmen perusahaan terhadap janji “Extreme Performance, Extreme Price”. Ia menegaskan bahwa Poco selalu berusaha memberikan nilai terbaik bagi para penggemarnya di Indonesia.

Dari sisi angka, perbedaan harga cukup signifikan. Secara global, Poco Pad X1 varian 8/256 GB dibanderol USD 399 (sekitar Rp 6,6 juta), sedangkan Poco Pad M1 8/512 GB dilepas USD 329 (sekitar Rp 5,4 juta). Di Indonesia, konsumen justru mendapat penawaran lebih hemat: Poco Pad X1 8/512 GB dijual Rp 5.699.000, dan Poco Pad M1 8/255 GB hanya Rp 3.999.000.

Spesifikasi yang ditawarkan membuat kedua tablet ini langsung menjadi pesaing ketat Redmi Pad. Namun, Satryo membantah anggapan bahwa keduanya saling memakan pasar. Ia menjelaskan bahwa Redmi dan Poco berada di bawah naungan Xiaomi Group, sehingga meski ada kesamaan teknologi, positioning pasar tetap berbeda.

Menurutnya, Poco lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang mengutamakan performa, terutama untuk gaming. “Kalau untuk gaming, kita arahkan ke Poco,” tegasnya. Ini menjadi pembeda utama antara lini Redmi dan Poco, meski keduanya berbagi ekosistem yang sama.

Poco Pad X1 dan M1 mulai dibuka pre-order-nya sejak 25 November hingga 15 Desember. Distribusi dilakukan melalui berbagai platform e-commerce ternama seperti Mi.com, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada, memudahkan konsumen untuk mendapatkan perangkat ini.

Data Riset Terbaru:
Studi dari IDC (2025) menunjukkan pertumbuhan pasar tablet di Asia Tenggara mencapai 12% year-on-year, didorong oleh peningkatan aktivitas remote work dan mobile gaming. Indonesia sendiri berkontribusi 18% dari total pasar regional, dengan segmen entry hingga mid-range menjadi pendorong utama.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Strategi pricing Poco mencerminkan pendekatan “localization pricing” yang cermat. Alih-alih mengikuti harga global, Poco memilih menyesuaikan dengan daya beli dan persaingan pasar lokal. Ini membuktikan bahwa penetrasi pasar tidak selalu tentang spesifikasi tertinggi, tapi tentang value proposition yang tepat.

Studi Kasus:
Di Filipina, strategi serupa pernah diterapkan oleh realme pada lini handphonenya, sukses merebut 15% market share dalam 6 bulan hanya dengan strategi harga 10-15% di bawah kompetitor dengan spesifikasi sepadan.

Dengan kombinasi harga kompetitif, fokus pada gaming, dan distribusi luas, Poco sedang membangun fondasi kuat di pasar tablet Indonesia. Bagi pecinta teknologi yang mengutamakan performa tanpa harus merogoh kocek dalam, langkah ini membuka peluang besar. Masa depan industri gadget lokal semakin menarik, dan siapa cepat mengambil posisi, dialah yang akan memimpin gelombang berikutnya.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan