UMKM Gorontalo Memanfaatkan Potensi Karawo-Tuna sebagai Produk Unggulan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kegiatan UMKM di Gorontalo terus berkembang positif dalam mendorong perekonomian setempat. Beberapa usaha lokal bahkan berhasil mengubah produk daerah menjadi produk yang populer di tingkat nasional bahkan internasional.

TIAR Handycraft adalah salah satu contoh yang sukses mengangkat karawo, kain khas Gorontalo, menjadi produk dengan nilai tambah. Awalnya, TIAR Handycraft berfokus pada kerajinan eceng gondok, material yang banyak ditemukan di Danau Limboto. Namun, bisnis ini terganggu akibat pandemi dan kekurangan tenaga perajin. Pada 2022, TIAR mengembangkan produk baru dengan menggabungkan teknik ecoprint dan karawo dalam satu bahan.

Isnawati Mohamad, pemilik TIAR Handycraft, awalnya fokus pada eceng gondok. Namun, pandemi memaksa ia beralih ke industri mode dengan konsep lingkungan. Ia mengembangkan desain eco print untuk tetap berhubungan dengan usaha sebelumnya. Selanjutnya, ia kombinasi karawo dengan eco print untuk memberikan keunikan.

Selain itu, Isna juga memfokuskan diri pada regenerasi perajin karawo dengan melibatkan anak muda. Ia telah melatih siswa SMK yang sedang magang dan melibatkan perajin senior untuk memberikan pelatihan. Sementara itu, untuk keberlanjutan lingkungan, TIAR Handycraft menggunakan bahan katun ramah lingkungan dan merencanakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengurangi pencemaran.

Keberhasilan TIAR Handycraft tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia. Isna mendapatkan berbagai bantuan, termasuk keikutsertan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI). Melalui KKI, ia meraup omzet sebesar Rp 150 juta dalam empat hari.

Di sisi lain, potensi ikan tuna di Gorontalo juga ditanamkan oleh Risna Tamrin Hasan, pemilik Bilal Mekar Snack. Ia mengolah tuna menjadi berbagai produk, seperti abon, sambal, dan camilan lokal. Risna awalnya berjualan kue kering, tetapi akhirnya beralih ke olahan ikan sejak 2015.

Melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia, Risna berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan pasar produknya. Produk Bilal Mekar Snack bahkan dipamerkan di Dubai dan lolos sebagai camilan tamu VIP di Hotel Raffles. Saat ini, produknya tengah dalam proses ekspor ke Singapura.

Bank Indonesia juga terus mendukung UMKM Gorontalo dengan program pembinaan dan pengembangan digitalisasi. Bambang Satya Permana, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, mengungkapkan bahwa ada sekitar 110.000 UMKM di Gorontalo. Bank Indonesia membina 118 UMKM dengan fokus pada wastra, olahan pangan, dan kerajinan tangan.

Upaya digitalisasi juga diperkuat dengan pendukungan penggunaan QRIS di berbagai gerai UMKM dan tempat wisata. Meski ada tantangan dalam manajemen SDM dan pemasaran online, Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi.

Tidak pernah terlambat untuk memulai atau berkembang. Dengan dukungan yang tepat dan pengembangan kemampuan, UMKM di Gorontalo bisa terus berkembang dan bersaing di pasar global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan