Uji coba ASN di Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan di Jalan Kaki atau Kendaraan Listrik besok Rabu.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya mulai pemeriksaan kebijakan car free day (CFD) khusus ASN besok Rabu (15/3/2026), sesuai rencana pemerintah Kota untuk mendorong penghematan energi. Langkah ini bukan hanya tren gaya hidup, tetapi strategi untuk menciptakan kesadaran masyarakat.

Viman Alfarizi Ramadhan, Wali Kota, menjelaskan CFD akan berlangsung bertahap dalam satu bulan, lalu diimplementasi penuh setiap Rabu. ASN diperintah menggunakan transportasi alternatif seperti sepeda, jalan kaki, atau kendaraan listrik. “Insyaallah, yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda. Jika punya kendaraan listrik, jangan ragu,” kata Viman saat dibacakan Usai Apel.

Hasil uji coba ini diharapkan tidak hanya menghemat BBM, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alternatif transportasi. Meski analisis awal menunjukkan dampak penghematan bahan bakar fisiknya tidak besar, Viman menekankan bahwa kebijakan ini fokus pada perubahan perilaku.

Sebelumnya, Pemkot juga mengadopsi WFH bagi ASN setiap Jumat. Mulai Jumat kemarin (10/4/2026), ASN mulai bekerja secara daring melalui Zoom, sementara absensi dipantau tiga kali sehari. Namun, masih ada kekurangan seperti efisiensi ruang kantor dan layanan publik yang memerlukan penyesuaian.

Penekanan pemerintah tidak terbatas di birokrasi. Masyarakat juga diundang untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil. Di tengah naik-baik harga energi dan isu pencemaran lingkungan, ini bisa dianggap sebagai langkah kecil. Namun, Viman berharap ini menjadi awal untuk mengubah mentalitas masyarakat.

Sebagai penutup, ini membuka peluang untuk eksplorasi kebijakan serupa di kota lain. Misalnya, Jakarta atau Surabaya telah mencoba CFD dengan hasil positif dalam pengurangan emisi. Selain itu, studi dari Universiti Indonesia menunjukkan CFD bisa mengurangi kekerasan lalu lintas hingga 15% di beberapa wilayah.

Kesungguhan kebijakan CFD di Tasikmalaya tergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Meskipun hasilnya mungkin belum langsung terbukti dalam angka, ini adalah dasar untuk budaya hidup lebih berkelanjutan. Langkah kecil ini bisa menjadi contoh bagi kota lain yang ingin mengelola energi secara cerdas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan