Perang yang mendesak di Timur Tengah melambangkan dampak di luar negeri yang menggeser harga komoditas di Indonesia. Lokalnya, dapur perajin tahu di Tasikmalaya melewati perhitungan yang sulit. Kenaikan harga kedelai impor dan plastik kemasan menjadi tekanan utama bagi industri rumahan yang tidak bisa mengontrol arus pasar global.
Hasil konflik di Iran dan sekitarnya mendorong harga minyak naik, yang langsung memengaruhi biaya distribusi dan bahan baku. Kedelai dan plastik, dua bahan utama produksi tahu, menjadi beban ganda bagi perajin yang dulu berproduktivitas tinggi. Sebelumnya, beberapa perajin dapat menghasilkan hingga 1 ton per hari, kini hanya 3–5 kuintal.
Harga kedelai yang dulu Rp8.000/kg sempat melonjak hingga Rp12.500–Rp15.000. Ketergantungan pada impor dari AS dan Kanada membuat perajin tidak mampu menentukan harga jual. Plastik kemasan juga melonjak dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per bungkus, meski tahu tetap makanan rakyat.
Oding (64), salah satu perajin, mengakui situasi ini membuat stratifikasi bisnis sulit. Jika harga dinaikkan, pembeli terlalu mahal. Jika dikurangi, penjualan tidak melesat. Produksi berkurang bukan karena kelelahan, tapi karena keterbatasan modal.
Strategi bertahan yang tersisa hanya mengurangi skala produksi. Modal yang tidak berputar membuat dapur terancam kerugian. “Kalau enggak habis, uangnya masih di barang. Enggak bisa dibawa pulang buat kebutuhan,” ujar Oding.
Data terkini menunjukkan bahwa harga minyak dan bahan baku tetap tidak stabil. Perajin tahu di Tasikmalaya harus menghadapi krisis yang lebih dalam. Solusi jangka panjang mungkin perlu fokus pada pengentasan harga impor atau pengembangan teknologi produksi yang lebih hemat.
Bagaimana jika masyarakat bisa mendukung perajin dengan membeli secara berkelanjutan? Atau jika pemerintah bisa memberikan bantuan logistik untuk mengurangi biaya distribusi? Isu ini bukan hanya tentang harga, tapi juga tentang ketahanan ekonomi keluarga. Solusi mungkin tidak mudah, tapi langkah kecil bisa mulai dari sisi konsumen.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.